Warga Manyaran Semarang Gelar Salat Istisqa di Alun-alun Panjangan, Wagub Sebut Kemarau Berlanjut hingga November 2026

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 05:31:31 WIB
Warga mengikuti Salat Istisqa di Alun-alun Panjangan, Semarang.

SEMARANG — Rangkaian Salat Istisqa di Alun-alun Panjangan dibuka dengan khotbah dari imam, lalu diikuti jamaah yang hadir dari kalangan warga sekitar. Selain Iswar Aminuddin, sejumlah tokoh dan warga tampak hadir mengikuti ibadah tersebut.

Fenomena El Nino Godzilla yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah membuat Pemprov Jateng mendorong BNPB melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah spiritual lewat Salat Istisqa berjalan beriringan dengan upaya teknis tersebut.

Salat Istisqa Digelar sebagai Ikhtiar Memohon Hujan

Iswar Aminuddin menyebut Salat Istisqa sebagai bentuk harapan dan ikhtiar kepada Tuhan agar hujan segera turun. Menurutnya, kegiatan itu digelar untuk memohon agar musim kemarau yang berkepanjangan segera berakhir.

"Kegiatan ini sebagai bentuk harapan atau ikhtiar kepada tuhan untuk meminta segera diturunkan hujan," kata Iswar Aminuddin di Masjid Baitul Iman, Minggu (4/9/2026).

Iswar juga menyampaikan informasi dari BMKG bahwa musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November 2026. Dia berharap Salat Istisqa menjadi ikhtiar bersama agar hujan lekas turun.

Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Padam, Gas Metana Masih Dipantau

Kebakaran yang melalap TPA Jatibarang di Kecamatan Mijen, Semarang, disebut mulai padam. Meski begitu, Iswar menegaskan antisipasi tetap dilakukan karena suhu di bawah permukaan masih terpantau tinggi berdasarkan citra drone thermal.

"Sudah padam sejak semalam. Cuma memang harus diantisipasi karena suhu di bawah itu kalau kita lihat dari drone thermal, kelihatan suhunya masih tinggi. Artinya gas metana ini kan masih sangat berbahaya, berpotensi untuk kembali mengeluarkan api," katanya.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih melakukan langkah antisipasi di lokasi. Iswar berharap kebakaran di TPA Jatibarang tidak kembali muncul.

Khatib Ajak Warga Introspeksi atas Kerusakan Lingkungan

Imam sekaligus khatib Salat Istisqa, Danusiri, menyebut ibadah itu sebagai bentuk ikhtiar umat Islam memohon hujan sekaligus mengajak masyarakat melakukan introspeksi terhadap kondisi lingkungan.

"Kerusakan bumi, kerusakan ekologi, kerusakan ekosistem itu lebih banyak akibat perbuatan kecerobohan kita sendiri. Karena itu banyak sekali pelajaran-pelajaran sejak zaman kuno, kalau kita maksiat terus secara massal kepada Allah, Allah akan memperingatkan," kata Danusiri.

Warga Ikut karena Peduli pada Korban Kebakaran dan Kekeringan

Salah satu warga yang mengikuti Salat Istisqa, Sri Mulyati (40), mengaku datang karena merasa perlu menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak kebakaran dan kondisi kemarau.

"Karena kepedulian kami sesama umat, sesama manusia. Kita punya inisiasi untuk saling peduli bahwasanya jika kebakaran itu sampai dirasakan oleh warga sekitar, kita kasihan," ujarnya.

Salat Istisqa di Alun-alun Panjangan menjadi salah satu dari sejumlah kegiatan spiritual yang digelar warga di tengah kemarau panjang. Pemprov Jateng sendiri masih mengupayakan OMC bersama BNPB untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah yang mengalami kekeringan.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top