BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Jateng Mundur ke November 2026, 87 Persen Wilayah Terdampak El Nino

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 13:01:01 WIB
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, memaparkan prediksi awal musim hujan di Jawa Tengah.

SEMARANG — Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Tengah baru akan memasuki musim hujan pada dasarian I November atau 10 hari pertama bulan November. Namun, tidak semua daerah mengalami waktu yang sama.

Beberapa kabupaten diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember. Sementara wilayah lain di Pegunungan Tengah masuk pada dasarian II dan III November.

Wonosobo hingga Brebes Masuk Musim Hujan Lebih Awal

Winda merinci wilayah yang lebih dulu memasuki musim hujan. "Yang terjadi pada dasarian I November yaitu di Kabupaten Wonosobo, sebagian Banjarnegara, sebagian Temanggung, Purbalingga, sebagian Tegal, Brebes, serta sebagian wilayah selatan, dan Banyumas," ujarnya.

Untuk wilayah Pegunungan Tengah lainnya, musim hujan baru datang pada dasarian II dan III November. Sisanya, wilayah Jateng yang belum disebut, diprediksi baru masuk musim hujan pada dasarian I dan II Desember.

87 Persen Wilayah Alami Kemunduran Hingga Tiga Dasarian

Catatan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menunjukkan awal musim hujan tahun ini mundur dibanding rata-rata 1991-2020. Sebanyak 87 persen wilayah Jateng mengalami kemunduran awal musim hujan hingga tiga dasarian atau lebih.

"Jika dibandingkan dengan normalnya, untuk wilayah-wilayah umumnya mundur satu sampai dua dasarian. Namun, yang paling banyak itu lebih dari tiga dasarian," jelas Winda.

Durasi musim hujan di Jateng diprediksi berlangsung sekitar 7-8 bulan. BMKG memperkirakan durasi musim hujan di seluruh wilayah Jateng lebih pendek dari kondisi normal, dengan kemunduran durasi satu hingga tiga dasarian atau lebih pada 97 persen wilayah.

Curah Hujan di Bawah Normal di Sejumlah Wilayah Pantura

Sifat hujan selama musim hujan nantinya umumnya berada di kategori normal. Meski demikian, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal.

"Beberapa wilayah ada yang sifatnya di bawah normal terutama di sebagian Pantura Timur sisi utara, artinya curah hujannya lebih kecil dari biasanya. Itu mulai dari Kabupaten Jepara, sebagian kecil wilayah Cilacap, sebagian wilayah Demak utara yang berbatasan dengan Jepara, dan Pati," terangnya.

Warga Semarang Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem Masa Peralihan

Hujan yang mulai turun di sejumlah daerah saat ini masih bagian dari masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Musim hujan baru dimulai pada November minggu pertama.

Winda mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama masa peralihan. Periode tersebut berpotensi memunculkan cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat tiba-tiba.

"Untuk masyarakat Kota Semarang dan Jawa Tengah, di masa peralihan itu berpotensi terjadi cuaca ekstrem, mohon diantisipasi," ujarnya.

Ia juga meminta warga di wilayah rentan bencana bersiap sejak dini. "Kemudian untuk wilayah yang rentan terhadap potensi kebencanaan, mohon diwaspadai. Bisa diantisipasi sekarang untuk saluran air yang macet atau got untuk mengurangi dampak yang bisa ditimbulkan saat hujan lebat," lanjutnya.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top