Pencarian

Pemprov Jateng Tutup Sementara Seluruh Jalur Pendakian Gunung Usai Karhutla di Lawu dan Sumbing

Jumat, 23 Oktober 2026 • 08:02:01 WIB
Pemprov Jateng Tutup Sementara Seluruh Jalur Pendakian Gunung Usai Karhutla di Lawu dan Sumbing
DLHK Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian sejumlah gunung menyusul karhutla di Lawu dan Sumbing.

SEMARANG — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah mengirim imbauan penutupan pintu masuk pendakian ke pengelola pos di sejumlah gunung. Selain Lawu dan Sumbing, larangan berlaku untuk Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Slamet, dan gunung lain di Jateng.

Kepala DLHK Jateng Heru Djatmika menyebut surat itu merujuk pada Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla yang ditetapkan lewat Keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026. Peningkatan insiden kebakaran di kawasan hutan pegunungan dinilai telah mengancam keselamatan pendaki dan kelestarian ekosistem hutan lindung.

152 Pendaki Dievakuasi Saat Kebakaran di Gunung Sumbing

Insiden di Gunung Sumbing menjadi salah satu pemicu utama pembatasan. Saat kebakaran terjadi, ada 152 pendaki berada di atas gunung dan harus dievakuasi.

"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung sebagaimana yang disampaikan Bapak Kapolda indikasinya karena human error. Mengingat kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah," kata Heru saat dikonfirmasi.

Polda Jateng Minta Balai Taman Nasional Batasi Aktivitas

Kalakhar BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menyatakan masukan Polda Jateng agar balai taman nasional di semua gunung di Jateng membatasi pendakian sudah ditindaklanjuti. DLHK langsung menghubungi Balai Taman Nasional dan Perhutani, dengan tembusan ke TNI dan Polri.

"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena human error. Dugaan awal ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas," kata Bergas di Co-Working Space Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jateng.

Pembatasan tidak hanya menyasar pendaki. Warga yang beraktivitas di lereng gunung, termasuk petani, diminta tidak menyalakan api selama status darurat berlaku.

Titik Api di Lawu Sudah 5 Kilometer dari Permukiman

Penanganan karhutla di tiga lokasi masih berlangsung. Di Gunung Lawu, pemadaman dilakukan lewat jalur darat dan udara dengan water bombing, termasuk membuat pembatasan jalur api agar tidak meluas. Sebagian titik kebakaran dilaporkan sudah berjarak 5 kilometer dari permukiman warga.

Untuk Gunung Sumbing, surat pengajuan penggeseran satu unit helikopter dari Gunung Lawu telah dikirim ke BNPB. Rencananya pemadaman di Sumbing juga dilakukan lewat water bombing.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut dua helikopter dari TNI disiapkan mendukung operasi udara yang dijalankan BNPB. Status penanganan dua gunung itu sudah ditingkatkan menjadi tanggap darurat.

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua heli dari TNI yang nanti operasional oleh BNPB. Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing," kata Luthfi.

Pendaki Diminta Pantau Imbauan Pengelola Pos

Belum ada keterangan resmi soal durasi penutupan. Jalur pendakian akan dibuka kembali setelah kondisi karhutla terkendali dan status darurat dicabut. Calon pendaki disarankan memantau imbauan pengelola pos pendakian dan balai taman nasional masing-masing sebelum berangkat.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks