SEMARANG — Syabilla Rizkia Putri Raharja mengikuti nomor selam laut dengan jarak tempuh 3 kilometer yang dimulai sekitar pukul 09.00. Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 09.20, atlet asal Jepara itu dilaporkan mengalami insiden di perairan yang menjadi arena perlombaan.
Kabar duka itu tiba di tengah gelaran Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah XVII. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa dan secara khusus mengajak seluruh hadirin mendoakan Syabilla dalam pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu malam.
Detik-detik Sebelum Garis Finis
Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, Syabilla sempat melambaikan tangan ketika berada sekitar 200 meter dari garis finis. Tim penyelamat yang mendekatinya menawarkan bantuan untuk menghentikan perlombaan.
Saat itu Syabilla masih memilih melanjutkan lomba. Ia kembali melambaikan tangan ketika tim rescue mendekat, dan kembali menolak tawaran mengakhiri perlombaan lebih awal.
"Menjelang garis akhir, Syabilla diduga mencapai batas kemampuannya sehingga tenggelam. Lalu dijemput oleh tim rescue untuk dibawa ke darat dan diberikan pertolongan pertama," kata Sujarwanto.
Gubernur: Jateng Kehilangan Atlet Terbaik
Ahmad Luthfi menyebut kepergian Syabilla sebagai kehilangan besar bagi dunia olahraga Jawa Tengah. Ia menyampaikan duka secara pribadi maupun sebagai kepala daerah.
"Hari ini saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Jawa Tengah merasa kehilangan atas kepergian ananda Syabilla yang mendahului kita. Seluruh yang hadir pada malam hari ini kita doakan almarhumah secara bersama-sama," kata Ahmad Luthfi.
Gubernur berharap Syabilla mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
"Kita doakan almarhumah semoga husnul khatimah dan keluarga ditabahkan," ujarnya.
Prosedur Keselamatan Jadi Sorotan
Insiden di Pantai Awann Costa menjadi perhatian tersendiri di gelaran Porprov kali ini. Tim rescue sebenarnya sudah berada di dekat atlet dan menawarkan penghentian lomba, namun Syabilla memilih meneruskan hingga mendekati finis.
Syabilla tercatat sebagai atlet selam andalan Jepara di nomor selam laut. Kepergiannya menyisakan duka bagi kontingen daerah dan rekan-rekan sesama atlet yang masih bertanding.
Jenazah almarhumah akan diserahkan ke pihak keluarga di Jepara untuk dimakamkan. KONI Jawa Tengah belum merinci hasil evaluasi keselamatan nomor selam laut pasca-insiden tersebut.