Pencarian

Gubernur Ahmad Luthfi Pacu Investasi Jateng ke Rp 110 Triliun, Andalkan 12 Kawasan Industri Baru

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 08:01:02 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Pacu Investasi Jateng ke Rp 110 Triliun, Andalkan 12 Kawasan Industri Baru
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).

BATANG — Realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 tercatat Rp 72,54 triliun, atau 73,21 persen dari target tahunan Rp 99,09 triliun. Angka itu masih menyisakan pekerjaan besar pada triwulan terakhir untuk mengejar bidikan Rp 110 triliun yang disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi.

Luthfi menyampaikan target tersebut saat menghadiri Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026). Menurutnya, peluang investasi baru masih terbuka lebar, termasuk rencana masuknya perusahaan asal Vietnam.

Dari Rp 23 Triliun ke Rp 72,54 Triliun dalam Tiga Triwulan

Data Pemprov Jateng menunjukkan investasi masuk secara bertahap sepanjang 2026. Triwulan I mencatat Rp 23 triliun, naik menjadi Rp 59,94 triliun pada akhir semester I, lalu Rp 72,54 triliun hingga triwulan III.

Luthfi menilai capaian itu belum cukup. Pemerintah daerah masih harus bekerja keras menambah penanaman modal pada triwulan IV agar target tahunan tidak meleset.

"Kita optimistis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kemudian beberapa kabupaten/kota telah BtoB dengan kita, juga sister province dan sister city dengan kita. Artinya, kita optimistis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu, yaitu Rp 110 triliun," kata Luthfi.

Central Java Investment Business Forum Hasilkan Rp 19 Triliun Sehari

Pemprov Jateng mengandalkan forum bisnis untuk mempertemukan investor, pemerintah, dan pengelola kawasan industri. Salah satunya Central Java Investment Business Forum (CJIBF).

Luthfi menyebut forum itu mampu menghasilkan potensi investasi hingga Rp 19 triliun dalam satu hari. Menurutnya, kegiatan promosi semacam itu mempertemukan kebutuhan investor dengan peluang usaha yang tersedia di Jawa Tengah.

"Forum-forum bisnis dan investasi seperti yang diselenggarakan oleh detikcom ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan, yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp 19 triliun," ujarnya.

Tujuh Kawasan Eksisting, 12 Kawasan Baru Disiapkan

Jawa Tengah saat ini memiliki sekitar tujuh kawasan industri eksisting yang tersebar di Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Pemprov menyiapkan sekitar 12 kawasan industri baru untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan itu diharapkan mendorong aktivitas usaha tidak lagi terpusat di wilayah yang selama ini menjadi tujuan utama investasi. Kesiapan infrastruktur dan ketersediaan kawasan dinilai menjadi faktor penentu minat investor.

Luthfi menegaskan pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,80 persen menjadi modal meningkatkan daya saing daerah. Angka itu disebutnya di atas rata-rata nasional.

"Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80 persen atau di atas rata-rata nasional. Ini sangat menjanjikan sekali. Manakala geopolitik tidak menentu, perang dagang dan sebagainya, tidak menyurutkan kita bahwa Jawa Tengah merupakan tujuan investasi nasional dan internasional," katanya.

TNI-Polri Jamin Keamanan, Polsek Khusus Disiapkan di Kawasan Industri

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Sudaryanto bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan kesiapan mendukung keamanan kegiatan investasi. Keduanya hadir dalam forum yang sama.

Roy mengatakan TNI dan Polri akan bekerja sama menjaga situasi tetap kondusif, termasuk menindak aksi premanisme dan kejahatan yang berpotensi mengganggu dunia usaha.

"Kami memberikan jaminan untuk mengawal investasi dengan memberikan rasa nyaman ke semua pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri. Polri dan TNI berusaha melakukan tindakan tegas terhadap premanisme dan segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat," ujarnya.

Polda Jateng juga merencanakan pembentukan polsek khusus atau subsektor di kawasan industri. Langkah itu ditujukan mempercepat respons terhadap gangguan keamanan, didukung patroli rutin bersama TNI serta layanan pengaduan dan desk ketenagakerjaan.

Bagi warga Jateng, besaran investasi pada akhirnya diuji dari dampaknya. Pemprov diminta memastikan modal yang masuk membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha lokal, dan menaikkan kesejahteraan, bukan sekadar angka di atas kertas.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks