Pencarian

Forum Investasi CJIBF 2026 Hasilkan Potensi Investasi Jateng Rp19,07 Triliun, Investor China Suntik Rp4 Triliun di Batang

Jumat, 28 Agustus 2026 • 15:16:01 WIB
Forum Investasi CJIBF 2026 Hasilkan Potensi Investasi Jateng Rp19,07 Triliun, Investor China Suntik Rp4 Triliun di Batang
Suasana Forum Investasi CJIBF 2026 di Jakarta menghasilkan potensi investasi Rp19,07 triliun bagi Jawa Tengah.

JAKARTA — Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Jakarta menghasilkan potensi investasi senilai Rp19,07 triliun. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya pertemuan antara pelaku usaha dan calon investor dalam forum yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan forum ini diikuti sekitar 400 peserta. Mereka terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri.

“Kegiatan CJIBF diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri,” ujar Sakina.

Investasi Rp8,75 Triliun untuk Industri Pangan Halal

Sejumlah komitmen investasi dihasilkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI), baik untuk penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri. Komitmen terbesar datang dari PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung dengan rencana investasi Rp8,75 triliun.

Komitmen lain berasal dari PT Hyrecmas Garam Nusantara dengan rencana investasi Rp681,84 miliar, PT Cipta Kreasi Wisata Rp200 miliar, serta PT Hailex Technology Indonesia Rp175 miliar.

PT Yosun Tire Suntik Rp4 Triliun di KEK Batang

Investor asal China, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, turut menyatakan komitmen investasi senilai Rp4 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Kehadiran pabrik ban ini diharapkan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menggerakkan ekonomi di kawasan pantai utara Jawa Tengah.

Seluruh hasil pertemuan bisnis akan ditindaklanjuti melalui pendampingan investasi oleh pemerintah daerah. Pendampingan ini mencakup pengurusan perizinan hingga penyiapan lahan agar realisasi investasi berjalan mulus.

Gubernur Jamin Kemudahan Izin dan Keamanan Lahan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan CJIBF menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ekosistem investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Ia menjamin kemudahan perizinan dan kepastian hukum bagi para penanam modal.

“Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.

Luthfi menambahkan, setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, strategi investasi perlu disesuaikan dengan karakter dan keunggulan masing-masing daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap investasi tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat ekonomi tertentu, tetapi juga mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru di berbagai wilayah. Forum ini digelar untuk mendekatkan peluang investasi kepada calon investor yang banyak beraktivitas di ibu kota.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks