KEBUMEN — Upaya memperluas pasar pariwisata ke mancanegara mulai menemukan titik terang. Perwakilan Malaysia Tourism, Datuk Hadi Bachtiar bin Amnan, menilai Kebumen memiliki daya tarik yang layak dipromosikan sebagai alternatif destinasi bagi wisatawan Negeri Jiran.
Apresiasi itu disampaikan di hadapan Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimda, serta para pelaku industri pariwisata yang memadati Pendopo Kabumian. Datuk Hadi menyebut potensi alam, kuliner, hingga keramahan masyarakat menjadi modal utama Kebumen untuk bersaing di kancah internasional.
“Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pertukaran wisatawan dan promosi budaya antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya dalam sambutan yang berlangsung hangat.
Bupati: Kebumen Terlalu Luas untuk Dikunjungi Sehari
Bupati Lilis Nuryani tak ingin para tamu hanya singgah lalu pergi. Ia justru mengajak seluruh peserta menikmati kekayaan destinasi yang tersebar di 26 kecamatan dan 460 desa.
“Kebumen itu luas, pariwisatanya juga banyak. Nikmati dulu pariwisatanya, kulinernya, dan keramahan masyarakatnya,” kata Lilis.
Dari wisata tubing, perbukitan, hingga kawasan gua, semuanya memiliki karakter berbeda. Menurut Lilis, hal ini menjadi nilai jual yang tidak dimiliki banyak daerah lain.
IWAKK Dorong Benteng Van der Wijck Jadi Ikon Heritage
Ketua Umum IWAKK Walet Emas, Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan, menyoroti potensi besar kawasan Benteng Van der Wijck di Gombong. Ia mendorong pengembangan kawasan itu sebagai destinasi heritage bertaraf internasional.
Gagasan itu bisa diperkuat lewat jejaring sejarah dengan Leiden, Belanda, mengingat banyak bangunan kolonial di Gombong yang masih berdiri kokoh. Rumah-rumah bekas perwira kolonial pun dinilai potensial disulap menjadi homestay bernuansa sejarah.
“Jika dikemas secara tepat, kekayaan sejarah ini menjadi daya tarik yang membedakan Kebumen dari daerah tujuan wisata lainnya,” ujar Ibnu.
Koperasi Jakarta Disiapkan untuk Serap Produk UMKM
Tak hanya sektor wisata, perantau Kebumen juga bergerak di bidang ekonomi. IWAKK tengah mendorong pembentukan koperasi di Jakarta untuk membantu memasarkan produk UMKM Kebumen ke kota-kota besar.
Pasar yang dibidik mencakup Bandung, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Banten. Menurut Ibnu, penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring dengan pengembangan destinasi wisata.
“Ketika wisatawan datang, produk lokal dan kuliner masyarakat juga harus mendapatkan manfaat ekonomi,” tegasnya.
Momen Persahabatan Lintas Negara
Puncak acara ditandai penyerahan cendera mata dari Malaysia Tourism kepada Bupati Kebumen. Simbol persahabatan itu sekaligus menegaskan terbukanya ruang kolaborasi pariwisata lintas negara.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan diskusi informal. Para pelaku industri memanfaatkan momen tersebut untuk bertukar gagasan, membangun jaringan, serta membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.
Kegiatan ini diikuti investor dalam dan luar negeri, pelaku UMKM, agen perjalanan, hingga pengelola destinasi dari Jakarta, Bandung, dan Banjarmasin.