KEBUMEN — Ratusan siswa MTs Negeri 2 Kebumen dari kelas VII, VIII, dan IX memadati Islamic Center Kebumen pada Kamis (27/8/2026). Mereka mengikuti rangkaian PHBI Maulid Nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan ceramah keagamaan dan lantunan sholawat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga setengah jam tersebut berjalan khidmat. Panitia sengaja menghadirkan narasumber untuk memberikan pembekalan karakter, bukan sekadar perayaan seremonial.
Kunci Sukses Ala Narasumber: Hormati Orang Tua, Guru, dan Doa
Dalam tausiyahnya, Masruhin, M.Pd. menyampaikan tiga pegangan utama bagi siswa untuk meraih keberhasilan. Ketiganya adalah menghormati orang tua, menghargai guru, serta senantiasa berdoa dalam setiap langkah.
“Kunci sukses adalah hormati ibu dan bapak, hormati bapak dan ibu guru, dan berdoa,” pesan Masruhin di hadapan ribuan siswa.
Kepala Madrasah: Cinta Rasul Tidak Cukup dengan Ucapan
Kepala MTs Negeri 2 Kebumen, Muhdir, M.Pd., mengingatkan para siswa agar kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan dalam perilaku nyata. Menurutnya, ada tiga indikator sederhana yang bisa dilakukan pelajar sebagai bukti cinta tersebut.
“Bukti cinta kepada Rasul adalah suka dengan apa yang dikerjakan, senang berada di majelis, dan ridha dengan apa yang diridai olehnya,” ungkap Muhdir.
Ia menambahkan, siswa perlu senang menghadiri majelis ilmu yang mengingatkan umat kepada Rasulullah. Sikap ini dinilai lebih bermakna daripada sekadar pengakuan lisan.
Maulid sebagai Ruang Tanam Nilai Kepedulian Sosial
Ketua Panitia PHBI Maulid Nabi Muhammad SAW, H. Mukhamim, S.Pd.I., menilai peringatan Maulid memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Ia menyebut kegiatan keagamaan seperti ini menjadi medium efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang aplikatif.
“Lewat ceramah, sholawat, dan kegiatan sosial saat Maulid, nilai-nilai Islam tentang kasih sayang, tolong-menolong, dan persatuan bisa tersebar luas, terutama kepada anak-anak dan generasi muda,” jelasnya.
Pihak madrasah berharap pesan yang diperoleh siswa tidak berhenti di dalam gedung Islamic Center. Nilai kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan keadilan yang menjadi bagian dari keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tumbuh dalam diri peserta didik, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.