Pencarian

30 Nelayan Semarang Ikut Sekolah Lapang Cuaca, Belajar Baca Posisi Ikan via Aplikasi InaWIS

Senin, 31 Agustus 2026 • 14:46:03 WIB
30 Nelayan Semarang Ikut Sekolah Lapang Cuaca, Belajar Baca Posisi Ikan via Aplikasi InaWIS
nelayan Semarang mengikuti Sekolah Lapang Cuaca untuk mempelajari penggunaan aplikasi InaWIS dalam menentukan posisi ikan.

SEMARANG — Nelayan di pesisir Kota Semarang kini bisa menentukan titik penangkapan ikan tanpa membuang banyak bahan bakar. Caranya dengan membaca data cuaca dan kelautan dari aplikasi InaWIS (Indonesia Weather Information for Shipping) yang dikembangkan BMKG.

Efisiensi Bahan Bakar: Nelayan Tak Lagi Asal Cari Ikan

Aplikasi tersebut menampilkan informasi posisi ikan yang diperbarui berdasarkan waktu. Nelayan bisa menghitung perkiraan lama perjalanan menuju titik tersebut sekaligus membaca kondisi gelombang dan arus di sepanjang rute pelayaran.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tegal Kaharudin menjelaskan, data waktu dalam aplikasi menjadi kunci efisiensi. "Kalau nelayan mau berlayar ke posisi ikan, jamnya bisa dilihat. Sehingga bisa diperkirakan perjalanan nelayan dari posisi ikan ke kita membutuhkan beberapa jam," jelasnya.

Posisi Ikan Bisa Diprediksi Lebih Akurat

Kaharudin menambahkan, keunggulan InaWIS terletak pada akurasi data yang disajikan. Berbeda dengan cara konvensional yang mengandalkan pengalaman dan perkiraan, aplikasi ini memberi panduan berbasis data meteorologi.

"Keuntungannya adalah nelayan bisa mengetahui posisi pastinya kemudian bisa menghemat BBM. Kalau dulu nelayan mencari ikan, sekarang dengan adanya aplikasi ini nelayan bisa menangkap ikan dengan sudah mengetahui posisi ikan," kata Kaharudin.

Pelatihan yang diadakan di Kelurahan Tanjung Mas itu mencakup teori dan praktik langsung. Peserta diarahkan untuk membuka aplikasi, membaca informasi cuaca, serta memahami data kelautan yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum melaut.

Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Utama

Kondisi cuaca laut yang semakin sulit diprediksi akibat perubahan pola cuaca menjadi alasan utama program ini digencarkan. Pemahaman terhadap informasi meteorologi dinilai penting untuk keselamatan nelayan saat berlayar.

"Yang diajarkan dalam pelatihan ini adalah memberikan informasi secara teori dan juga praktik untuk membuka aplikasi yang ada di BMKG, sehingga nelayan bisa membaca dan membuka aplikasi informasi cuaca dari BMKG," ujar Kaharudin.

Dengan aplikasi ini, nelayan tidak hanya mendapat informasi kondisi terkini, tetapi juga prediksi cuaca beberapa jam ke depan. Hal itu memberikan waktu bagi nelayan untuk memutuskan apakah aman melaut atau menunda keberangkatan.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks