Pencarian

Dirut PNM Arief Mulyadi Wafat di Usia 58 Tahun, BUMN Ini Kehilangan Sosok Pemberdaya UMKM

Selasa, 27 Oktober 2026 • 13:07:31 WIB
Dirut PNM Arief Mulyadi Wafat di Usia 58 Tahun, BUMN Ini Kehilangan Sosok Pemberdaya UMKM
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi meninggal dunia pada Selasa (27/10) di usia 58 tahun.

JAWA TENGAH — Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi meninggal dunia pada Selasa (27/10) di usia 58 tahun. Kabar duka disampaikan melalui akun Instagram resmi @pnm_persero, disertai penghargaan atas dedikasi Arief memimpin perusahaan pembiayaan BUMN itu sejak 2018.

Jenazah Arief meninggalkan jejak panjang di PNM, perusahaan BUMN yang fokus membiayai usaha mikro melalui program seperti Mekaar. Manajemen PNM menyampaikan kabar tersebut lewat unggahan resmi perusahaan pada Selasa (27/10), tanpa merinci penyebab wafatnya.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, segenap keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Arief Mulyadi Direktur Utama PNM periode 2018-2026," tulis akun @pnm_persero.

Perjalanan Karier dari Account Officer hingga Direktur Utama

Arief bukan orang baru di PNM. Ia bergabung pada 1999 sebagai Account Officer Lapangan, posisi paling depan dalam menyentuh nasabah mikro. Dari situ kariernya menanjak: pada 2013 ia diangkat menjadi Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha dan Riset.

Sebelum memimpin PNM, Arief menjabat Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Latar belakang itu membuatnya akrab dengan sisi prudensial pembiayaan, hal yang krusial bagi lembaga yang menyalurkan kredit tanpa agunan ke segmen ultra-mikro.

Sebelum bergabung dengan PNM, ia sempat berkontribusi di sejumlah lembaga penelitian dan menempuh Executive Development Programme. Pada 1994-1999, Arief menjabat Manager Retail Banking & UKM Group di Bank Nusa International.

Dedikasi pada Pemberdayaan Masyarakat Jadi Sorotan

PNM secara khusus menyoroti peran Arief dalam pemberdayaan masyarakat Indonesia. Perusahaan menilai kontribusinya sejalan dengan mandat PNM sebagai lembaga keuangan non-bank milik negara yang menyasar pelaku usaha ultra-mikro, kecil, dan menengah.

"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," tambah akun PNM tersebut.

Ungkapan terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi Arief selama menjabat juga disampaikan manajemen. Pernyataan itu menjadi penanda bagaimana perusahaan memposisikan kepemimpinannya selama delapan tahun terakhir.

Apa Artinya bagi Nasabah dan Pemangku Kepentingan PNM

Bagi nasabah program Mekaar dan pembiayaan mikro lainnya, pergantian kepemimpinan di PNM menjadi hal yang perlu dicermati. PNM melayani jutaan nasabah perempuan pelaku usaha ultra-mikro yang bergantung pada pendampingan rutin dan pencairan pinjaman berskala kecil.

Kesinambungan program, termasuk pendampingan kelompok dan jadwal angsuran, menjadi perhatian utama nasabah. Manajemen PNM belum merinci soal mekanisme penggantian posisi Direktur Utama maupun penunjukan pelaksana tugas.

Di sisi lain, pemegang saham dan mitra pembiayaan PNM akan menantikan arah kepemimpinan baru. Sebagai BUMN di bawah pembinaan Kementerian BUMN, penetapan Dirut definitif biasanya melalui mekanisme RUPS dan proses uji kelayakan.

Sepanjang menjabat, Arief memimpin PNM pada periode ketika pembiayaan mikro menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan. Perusahaan mencatatkan diri sebagai salah satu penyalur kredit usaha rakyat dan pembiayaan ultra-mikro terbesar di tanah air.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks