JAWA TENGAH — NHTSA mengusulkan lampu cyan sebagai penanda kendaraan yang beroperasi otonom di jalan raya Amerika Serikat. Regulasi draf ini meniru gagasan Mercedes pada sistem DRIVE PILOT Level 3, sekaligus menyusul standar serupa yang baru dirilis China pekan ini. Sifatnya masih opsional, belum wajib bagi pabrikan.
Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) merilis draf regulasi pada Jumat pekan lalu yang memperkenalkan warna lampu baru untuk kendaraan: cyan. Warna ini bukan untuk estetika, melainkan sinyal bahwa mobil sedang berjalan tanpa pengemudi aktif.
Usulan tersebut muncul karena belum ada standar pesan visual yang seragam untuk menandai kendaraan otonom. Petugas kepolisian atau tim tanggap darurat yang mendapati kursi pengemudi kosong butuh kepastian apakah itu kondisi normal atau ada pengemudi yang hilang.
Dari Uji Coba Mercedes ke Regulasi Federal
Gagasan lampu cyan pertama kali diajukan Mercedes-Benz bersamaan dengan peluncuran DRIVE PILOT, sistem bantuan berkendara Level 3 pertama yang benar-benar hands-free di Amerika Serikat. Sistem ini membebaskan pengemudi dari tanggung jawab mengemudi pada kondisi tertentu.
Mercedes menguji sistem tersebut di California selama dua tahun. Hasilnya dinilai memuaskan NHTSA, yang kemudian mengajak SAE (Society of Automotive Engineers) memberi masukan. SAE menyetujui penggunaan cyan sebagai warna penanda.
Perlu dicatat, DRIVE PILOT berbeda dari Full Self-Driving milik Tesla yang masih tergolong Level 2. Pada sistem Tesla, pengemudi tetap bertanggung jawab penuh selama fitur aktif, meski kendaraan sudah menangani sebagian besar kendali.
Aturan Penggunaan Lampu Cyan
Draf regulasi mengatur sejumlah ketentuan teknis yang cukup rinci. Lampu harus menyala serentak saat kendaraan beroperasi otonom, dan padam begitu pengemudi mengambil alih kemudi.
- Lampu dilarang menyala saat ada pengemudi yang aktif mengemudi
- Semua lampu harus menyala dan padam secara bersamaan
- Penanda dipasang di bagian depan, samping, dan belakang kendaraan
- Ketinggian minimal 15 inci dari permukaan tanah
- Harus terlihat dari segala sudut pandang
Sifatnya opsional, bukan kewajiban. Pabrikan masih boleh memilih tidak memasangnya untuk menghemat biaya rekayasa. Namun karena lampu LED relatif murah, kemungkinan besar produsen akan mulai memikirkan posisi pemasangan sejak tahap desain.
China Rilis Standar Serupa Lebih Dulu
China mengumumkan regulasi nyaris identik pada pekan yang sama. Draf standar negeri Tiongkok itu memakai warna turquoise, berlaku efektif 2028, dan juga bersifat opsional.
Langkah tersebut merupakan respons atas menjamurnya lampu penanda buatan sendiri pada kendaraan otonom di jalanan China. Pemerintah setempat meminta pabrikan berhenti membuat sistem masing-masing dan mengikuti standar baru yang seragam.
Dua negara besar bergerak hampir bersamaan menuju standar yang sama. Bagi industri, ini sinyal bahwa warna cyan berpotensi menjadi bahasa universal kendaraan otonom dalam beberapa tahun ke depan.
Aturan Lain yang Ikut Dilonggarkan
Draf NHTSA tidak hanya membahas lampu. Sejumlah aturan Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS) di