SEMARANG — Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menegaskan bahwa keberhasilan kontingen tidak cukup diukur dari perolehan medali. Menurut dia, atlet yang telah dibina di tingkat kota harus punya jalur lanjutan ke kompetisi nasional hingga internasional.
Pernyataan itu disampaikan Arnaz di Kantor KONI Kota Semarang, Sabtu (17/10/2026), saat memaparkan kesiapan kontingen menuju Porprov Jateng XVII 2026.
596 Nomor Pertandingan di 57 Cabang Olahraga
Kontingen Kota Semarang akan mengikuti 57 cabang olahraga dengan total 596 nomor pertandingan. Persiapan diarahkan untuk menjaga capaian prestasi sekaligus membuka ruang bagi atlet agar berkembang ke level lebih tinggi.
Pada Porprov 2023, Kota Semarang mengumpulkan 186 medali emas, 138 perak, dan 137 perunggu. Capaian itu menjadi salah satu tolok ukur penyusunan target pada penyelenggaraan tahun ini.
Sejumlah cabor unggulan menjadi perhatian, antara lain gimnastik, kempo, menembak, renang, dan akuatik. Peluang tambahan medali diharapkan datang dari sepak takraw, paralayang, anggar, dan sambo.
Juara Umum Tetap Dikejar, tapi Bukan Satu-satunya Ukuran
Arnaz menyebut target mempertahankan juara umum tetap menjadi perhatian. Namun, keberlanjutan pembinaan dan peningkatan kualitas atlet dinilai perlu masuk dalam evaluasi prestasi olahraga daerah.
"Kita berharap bisa sama atau lebih. Namun, yang terpenting bukan hanya juara umum, melainkan bagaimana atlet-atlet yang sudah melalui pembinaan prestasi di Kota Semarang ini tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi bisa sampai ke tingkat nasional maupun internasional," kata Arnaz.
Menurut dia, Porprov sejatinya menjadi pesta para atlet. Atlet, ofisial, pelatih, dan suporter yang datang ke Kota Semarang harus memperoleh pengalaman baik selama mengikuti kegiatan.
Pembinaan Harus Terukur karena Pakai Anggaran Daerah
General Manager Tim Pemenangan KONI Kota Semarang Helly Sulistyanto menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga perlu dilihat dari perkembangan atlet, bukan semata dari banyaknya medali yang dikumpulkan.
Helly menilai program pembinaan harus direncanakan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Alasannya, sebagian pendanaan berasal dari anggaran pemerintah daerah.
Hasil pembinaan diharapkan memberi manfaat jangka panjang melalui lahirnya atlet yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi. Dengan begitu, capaian Porprov 2026 tidak berhenti sebagai catatan medali, tetapi menjadi titik lanjut pembinaan atlet Kota Semarang.