SEMARANG — Porprov XVII mempertandingkan 58 cabang olahraga dengan total 810 nomor pertandingan. Sebanyak 1.910 ofisial mendampingi ribuan atlet yang tersebar di lima daerah tuan rumah: Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal.
Semarang Raya menjadi kawasan utama penyelenggaraan. Sejumlah cabang tetap digelar di luar lima daerah itu karena keterbatasan fasilitas.
Velodrom Surakarta hingga Bandara Ngloram Jadi Lokasi Tambahan
Balap sepeda nomor trek menggunakan velodrom di Surakarta. Cabang aeromodeling berlangsung di Bandara Ngloram, Kabupaten Blora, sedangkan senam artistik digelar di Pati.
Pembukaan di Stadion Jatidiri menandai dimulainya perburuan medali antarkontingen. Luthfi meminta setiap daerah tidak sekadar mengirim atlet, tetapi menetapkan target prestasi yang jelas.
"Kita ingin membuat atlet-atlet Jawa Tengah diperhitungkan dalam PON nanti. Maka dalam Porprov ini setiap kontingen atau daerah harus punya target tinggi agar menghasilkan atlet-atlet berprestasi," kata Luthfi seusai pembukaan.
Porprov Jadi Tolok Ukur Pembinaan Olahraga di 35 Kabupaten/Kota
Hasil pertandingan dinilai menjadi cermin sejauh mana pembinaan olahraga di setiap kabupaten/kota berjalan. Atlet dengan performa terbaik akan dipersiapkan menghadapi PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Luthfi mengingatkan persaingan meraih juara tidak boleh mengorbankan sportivitas. Porprov, menurutnya, harus memperkuat persatuan dan rasa saling menghormati antarkontingen.
"Para atlet dan ofisial jangan mempunyai ego sektoral. Gunakan media ini untuk saling menghormati dan menghayati. Wasit juga tidak boleh memihak, berikan yang terbaik," ujarnya.
KONI Jateng: Ajang Menjaring Bibit Potensial
Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menyebut Porprov sebagai kompetisi antarkabupaten/kota yang digelar setiap empat tahun sekali. Menurut dia, ajang ini mengukur hasil pembinaan atlet sekaligus mempertemukan atlet terbaik dari berbagai daerah.
"Ajang ini menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan atlet, mempertemukan atlet terbaik dari berbagai daerah, serta menjaring bibit potensial," ungkap Sujarwanto.
Dengan kompetisi ini, kualitas pembinaan olahraga di daerah diharapkan lebih terarah. Tujuannya agar lahir atlet yang siap bersaing pada level lebih tinggi.
Perputaran Ekonomi di Daerah Tuan Rumah
Kehadiran atlet, ofisial, dan rombongan pendukung berpotensi menggerakkan usaha kuliner, UMKM, perhotelan, hingga pariwisata di lima daerah tuan rumah. Luthfi menyebut penyelenggaraan Porprov sebagai berkah ekonomi bagi warga.
"Ini berkah bagi kita. Dengan Porprov ini nanti akan ada perputaran finansial dan ekonomi," katanya.
Porprov XVII berlangsung hingga 31 Oktober. Selain perburuan medali, ajang ini menjadi kesempatan memperkuat pembinaan atlet dan memastikan kegiatan olahraga memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.