JAWA TENGAH — TikTok resmi meneken kerja sama dengan Made By Us Studios untuk memproduksi serial vertikal yang dibintangi para kreator, diumumkan di ajang MIPCOM. Ini menjadi kesepakatan microdrama besar kedua platform tersebut setelah bermitra dengan Hoorae Media milik Issa Rae pada April lalu. Dua proyek perdana, Player dan The Knock, langsung dibeberkan dalam slate awal.
Made By Us Studios merupakan unit produksi dari Made By All, perusahaan manajemen kreator yang menaungi nama-nama seperti Dhar Mann, aktor One Battle After Another Teyana Taylor, dan YouTuber Adam Waheed. Studio ini dipimpin Tanya Cohen yang sebelumnya menjabat partner di Range, bersama pendiri Made By All Leanne Perice dan presiden produksi Made By Us Nic Stanich.
Proyek pertama berjudul Player, thriller balas dendam romantis yang dibintangi sekaligus diproduseri eksekutif oleh kreator Hannah Stocking. Jonas Barnes turut memproduseri, sementara naskahnya ditulis Arun Blair-Mangat dan Chela Reyna dengan Louiza Zouzias di kursi sutradara.
Proyek kedua, The Knock, disebut sebagai "genre microseries" tanpa keterangan genre spesifik. Serial ini dibintangi aktor sekaligus kreator konten Adam Rose dan aktor Zaria Simone yang dikenal lewat Pretty Little Liars: Original Sin. R.H. Stavis bertindak sebagai pencipta dan sutradara, dengan Spooky Pictures (Watcher) serta Little Walnut Productions milik musisi Moby sebagai produser eksekutif. Moby juga menggarap musik serial tersebut.
Dawn Yang, global head of entertainment and micro-series TikTok, menyebut format micro-series sedang membangun bahasa bercerita baru. "Kami senang bisa bermitra dengan Made By Us dalam slate yang menempatkan kreator di pusat, bersama produser mapan dan talenta industri, untuk menceritakan kisah yang dirancang untuk feed sejak awal," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Yang menambahkan langkah ini merupakan bagian dari investasi berkelanjutan TikTok pada penceritaan vertikal premium generasi berikutnya di TikTok dan PineDrama.
Co-CEO Made By Us Studios Tanya Cohen menyebut serial vertikal sebagai evolusi berikutnya bagi kreator. Menurutnya, peluangnya bukan membuat versi kecil dari televisi, melainkan membangun bahasa bercerita premium yang baru mengikuti cara audiens menikmati hiburan saat ini.
"TikTok memahami perilaku itu dalam skala global, dan bersama-sama kami punya peluang membangun franchise dengan kreator yang sudah membawa audiens, komunitas, dan relevansi budaya," kata Cohen.
Kerja sama TikTok dengan Hoorae Media dimulai dengan Screen Time, microdrama tentang kencan ganda yang kacau. Serial yang dibintangi Xavier Avila, Jasmine Luv, Eric C. Lynch, dan Brittney Jefferson itu telah mengumpulkan hampir 580 juta penayangan global sejak tayang perdana pada April.
Angka tersebut menjadi indikator kuat bagi TikTok bahwa format vertikal berdurasi pendek punya daya tarik pasar yang nyata. Model co-production dengan rumah produksi yang menaungi kreator besar menjadi cara platform mempercepat pasokan konten untuk PineDrama.
Bagi industri hiburan Indonesia, langkah TikTok ini menegaskan arah konsumsi konten vertikal yang makin dominan di layar ponsel. Format microdrama yang tumbuh di pasar global berpotensi memengaruhi cara rumah produksi lokal merancang serial pendek untuk platform digital.