JAWA TENGAH — Ketua Umum The Jakmania, Aditya Putra, menyampaikan permohonan maaf kepada Persija Jakarta menyusul insiden penyerangan bus Persib U-18 oleh oknum suporter. Ia berharap kejadian tersebut tidak mengganggu konsentrasi pemain, pelatih, dan staf Macan Kemayoran dalam persiapan menghadapi BRI Super League. Permintaan maaf itu disampaikan langsung di Sekretariat The Jakmania, Kamis (15/10/2026).
Aditya Putra menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi ulah oknum yang mencoreng nama The Jakmania. Evaluasi dan introspeksi internal akan dijalankan untuk memastikan insiden serupa tidak terulang.
Dalam keterangannya, Aditya menyebut insiden penyerangan bus Persib U-18 sebagai pukulan bagi citra suporter. Ia memastikan The Jakmania akan membenahi mekanisme pengawasan di setiap agenda, terutama saat bersinggungan dengan tim tamu.
Permintaan maaf ini juga ditujukan langsung kepada manajemen Persija Jakarta. Aditya berharap hubungan baik antara klub dan suporter tetap terjaga meski kejadian di luar lapangan sempat memanas.
Persija Jakarta tengah berada dalam momentum positif di BRI Super League. Tren tersebut menjadi alasan utama Aditya berharap insiden bus Persib U-18 tidak sampai merembet ke ruang ganti pemain.
Pelatih Shin Tae-yong sebelumnya sempat menyoroti sejumlah persoalan Persija, termasuk urusan venue dan kesiapan skuad. Namun hasil di lapangan justru berbicara lain. Persija mencatat kemenangan 4-0 atas PSIM, dengan Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata ikut menyumbang kontribusi setelah kembali dari Timnas Indonesia.
Kiper Nadeo Argawinata mengungkapkan rahasia di balik rekor tak terkalahkan Persija. Ia mengaku banyak belajar dari Emil Audero dan Maarten Paes, dua kiper yang berkompetisi di level internasional.
Kombinasi pengalaman itu membuat Nadeo tampil lebih tenang di bawah mistar. Ia menyebut kebersamaan tim sebagai kunci utama konsistensi Persija sejauh ini.
Shin Tae-yong masih menyimpan pekerjaan rumah soal pemilihan tiga pemain asing untuk League Cup. Pelatih asal Korea Selatan itu belum menentukan siapa yang akan diandalkan di kompetisi tersebut.
Persoalan venue juga belum tuntas. Shin Tae-yong berkali-kali menyayangkan Persija yang harus terusir dari Jakarta, termasuk saat harus menghadapi Java United di Bali. Kondisi ini memaksa tim beradaptasi dengan lokasi latihan dan pertandingan yang berpindah-pindah.
Aditya Putra menutup keterangannya dengan harapan agar Persija tetap fokus dan melanjutkan tren positif. Ia menegaskan insiden bus Persib U-18 adalah tanggung jawab oknum, bukan representasi seluruh suporter Macan Kemayoran.
Permintaan maaf ini menjadi sinyal bahwa The Jakmania berupaya menjaga hubungan baik dengan klub maupun tim lawan. Persija sendiri dijadwalkan kembali berlaga di BRI Super League dengan modal kemenangan besar atas PSIM.