UPTD SPF SDN Keturen 1 Kota Tegal Jalankan Pembiasaan Harian BERLIAN, dari GEMA NADA hingga GEMAS

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 08:01:01 WIB
Kepala UPTD SPF SDN Keturen 1 Kota Tegal bersama guru menyambut peserta didik di gerbang sekolah dengan senyum, sapa, dan salam.

TEGAL — Ekosistem pembiasaan harian yang dijalankan sekolah dasar di Kota Tegal ini bermuara pada Visi Sekolah BERLIAN: Beriman dan Bertakwa, Berprestasi, Berkarakter, dan Berwawasan Lingkungan. Identitas tersebut diperkuat predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri yang sudah disandang UPTD SPF SDN Keturen 1, dengan semangat bersama "Bersih Lingkungannya, Gemilang Prestasinya, BERLIAN Karakternya!"

Kepala UPTD SPF SDN Keturen 1 Kota Tegal, Rowi Jayanti, menyebut pendidikan dasar sebagai pilar utama pembentukan karakter, moralitas, literasi, dan kepedulian lingkungan. Menurut dia, satuan pendidikan tidak cukup mengasah kecerdasan kognitif, tetapi juga mesti menanamkan nilai kebiasaan hidup luhur secara konsisten.

Pijakan Regulasi dari Permendikbud hingga Kerangka 8 Profil Lulusan

Pelaksanaan pembiasaan di sekolah ini berakar pada Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Regulasi itu mengamanatkan pembentukan tabiat positif melalui rutinitas harian yang terstruktur.

Iklim sekolah yang aman dan inklusif diperkuat Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP) serta program Sekolah Ramah Anak (SRA). Dimensi kelestarian lingkungan diayomi Permen LHK No. P.52/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dan Permen LHK No. P.53/2019 tentang Sekolah Adiwiyata.

Program ini juga diselaraskan dengan Permendikdasmen RI No. 10 Tahun 2025 tentang Kerangka 8 Profil Lulusan. Bagi pihak sekolah, tumpukan regulasi itu menjadi fondasi utuh bagi lahirnya generasi penerus unggul.

Senyum, Sapa, Salam: Membangun Ikatan Sejak Gerbang Sekolah

Pembiasaan harian diawali kegiatan Penyambutan Peserta Didik. Kepala sekolah bersama guru berdiri di gerbang menyambut kedatangan siswa dengan senyuman, sapaan, dan salam hangat—praktik 5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun.

Praktik itu bertujuan membangun ikatan emosional positif antara pendidik dan siswa. Etika kesopanan ditanamkan sekaligus, dan rasa aman serta gembira dibentuk sejak detik pertama siswa melangkah ke lingkungan sekolah.

GEMA NADA: Indonesia Raya dan Lagu Daerah Sebelum Belajar

Setiap hari sebelum pembelajaran dimulai—kecuali Senin yang diisi upacara bendera—seluruh siswa menyuarakan semangat nasionalisme dan kecintaan budaya lewat GEMA NADA (Gerakan Menyanyi Lagu Nasional dan Daerah). Kegiatan dibuka dengan menyanyikan "Indonesia Raya" secara khidmat untuk memupuk jiwa patriotisme dan rasa hormat terhadap tanah air.

Setelah itu, lagu-lagu daerah dinyanyikan secara bergantian dan bervariasi setiap minggunya. Khazanah musik tradisional dari Sabang sampai Merauke dihadirkan agar murid mengenal keberagaman suku, bahasa, dan kearifan lokal bangsa.

Rangkaian GEMA NADA bertujuan menanamkan nilai Bhinneka Tunggal Ika sejak dini. Toleransi dan kebanggaan atas identitas budaya nasional ditumbuhkan di tengah derasnya arus globalisasi, sekaligus menopang dimensi Berkarakter dan Berprestasi dalam Visi BERLIAN.

GEMAS di Hari Selasa: Menghafal Juz 30 untuk Kesiapan Belajar

Pada hari Selasa, pembiasaan spiritual difokuskan pada GEMAS (Gerakan Menghafal Ayat dan Surah Pendek). Seluruh siswa bersama-sama melafalkan, mengulang, dan menghafalkan surah-surah dalam Juz 30.

Kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar rutinitas keagamaan. Pelafalan pagi itu mengondisikan mental dan pikiran siswa berada dalam gelombang ketenangan (calm and focused state), sehingga kesiapan belajar mereka optimal sebelum menerima materi di kelas.

Dengan penjadwalan tematis yang sistematis, UPTD SPF SDN Keturen 1 Kota Tegal menjadikan pembiasaan harian sebagai bagian tetap dari ritme sekolah. Nilai keimanan, kebangsaan, dan kepedulian lingkungan berjalan dalam satu ekosistem yang sama setiap pekan.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top