IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi ke 5.021-5.120, MSCI Jadi Pemicu Utama

Penulis: Eko Saputro  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 08:06:32 WIB
Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (19/10) diperkirakan volatil dengan kecenderungan melemah.

JAWA TENGAH — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin (19/10), setelah ambruk 11,57% ke level 5.185 pada penutupan Jumat (16/10). Sentimen negatif datang dari usulan MSCI yang mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Analis memperkirakan indeks rawan melanjutkan koreksi setelah menembus support krusial di 5.317.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih rawan melanjutkan koreksi setelah menembus support krusial di level 5.317, meski peluang penguatan tetap terbuka setelah indeks menguji area koreksi. Dalam skenario terburuk, ia memperkirakan indeks sedang membentuk wave [v] dan berpotensi terkoreksi ke area 5.021-5.120 sebelum berpeluang menguat menuju 5.397-5.514.

"Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan sedang membentuk wave [v], sehingga berpotensi terkoreksi ke area 5.021-5.120 sebelum berpeluang menguat menuju 5.397-5.514," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Rentang Pergerakan dan Saham Rekomendasi MNC Sekuritas

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.063 dan 4.962, dengan resistance di 5.318 dan 5.607. Ia merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, yakni ASII, INCO, TLKM, dan UNTR.

Proyeksi senada datang dari Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji. Ia memperkirakan indeks saham masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah seiring sentimen negatif dari usulan MSCI yang mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Mengapa MSCI Jadi Persoalan Utama

Nafan menyebut ketidakpastian ini berpotensi memicu aksi jual lanjutan, terutama dari investor asing. Menurutnya, persoalan utama MSCI bukan sekadar reformasi regulasi, melainkan sejauh mana pembenahan mampu meningkatkan daya tarik investasi secara terukur dan berkelanjutan.

"Persoalan utama MSCI bukan sekadar reformasi regulasi, melainkan sejauh mana pembenahan mampu meningkatkan daya tarik investasi secara terukur dan berkelanjutan. Indonesia perlu membuktikan perbaikan transparansi, akurasi free float, dan likuiditas pasar untuk memulihkan kepercayaan investor global," ujar Nafan.

Nafan memprediksi IHSG bergerak di level support 4.989 dan 4.785, dengan resistance 5.318 dan 5.522. Ia merekomendasikan saham ANTM, BRIS, dan WINS.

Rincian Koreksi Jumat (16/10)

Pada penutupan Jumat (16/10) sore, IHSG berada di level 5.185, melemah 678,67 poin atau minus 11,57% dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp31,92 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 68,56 miliar saham.

Dari sisi breadth pasar, mayoritas saham berakhir di zona merah. Tercatat 10 saham menguat, 775 saham terkoreksi, dan 10 saham stagnan pada penutupan pekan lalu.

Apa Artinya bagi Investor

Dua proyeksi analis menempatkan support terdekat di kisaran 4.962-5.063 dan resistance di 5.318. Selama indeks bertahan di bawah resistance tersebut, tekanan jual berpotensi belum mereda, terutama jika sentimen MSCI belum ada kejelasan.

Bagi investor, rentang 5.021-5.120 menjadi area yang perlu dicermati sebagai titik koreksi lanjutan sebelum potensi rebound ke 5.397-5.514. Keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top