Pertamina Tahan Harga BBM Nonsubsidi Oktober 2026, Pertamax Tetap Rp15.950

Penulis: Eko Saputro  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:05:31 WIB
Pertamina mempertahankan harga Pertamax di Rp15.950 per liter untuk Oktober 2026.

JAWA TENGAH — Pertamina mempertahankan harga BBM nonsubsidi untuk Oktober 2026, dengan Pertamax tetap Rp15.950 per liter dan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter di wilayah PBBKB 5 persen. Penyesuaian harga terakhir berlaku sejak 2 September 2026, sehingga sejumlah produk seperti Dexlite dan Pertamina Dex masih memakai tarif hasil kenaikan bulan lalu. Keputusan menahan harga berlaku di tengah upaya perusahaan menjaga pasokan dan daya beli masyarakat.

Perusahaan menyatakan penyesuaian harga tidak dilakukan serta-merta. Pertimbangan mencakup kondisi pasar minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan daya beli konsumen.

Rincian Harga per Liter di Wilayah PBBKB 5 Persen

Pertamax Turbo dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari posisi sebelumnya Rp18.300. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter dari sebelumnya Rp16.600.

Untuk kelompok diesel, Dexlite berada di Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700. Pertamina Dex melesat ke Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150.

Adapun Pertamax tetap di Rp15.950 per liter. Harga itu tidak berubah dibanding periode sebelumnya.

BBM Subsidi Tidak Tersentuh

Pemerintah mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sementara Bio Solar di angka Rp6.800 per liter.

Kedua produk itu menyerap porsi besar anggaran kompensasi energi. Setiap perubahan harga subsidi berdampak langsung ke inflasi dan belanja negara, sehingga pemerintah memilih menahan tarifnya.

Pasokan Jadi Perhatian

Isu pasokan mencuat di sejumlah daerah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan operasional SPBU di Bali berjalan normal, dengan cadangan BBM ditingkatkan menjadi 15 hari.

Di tingkat nasional, stok BBM dilaporkan aman untuk sekitar 16 hari ke depan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengungkap penyebab antrean panjang di Bali, yang menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Bagi konsumen, daftar harga ini menjadi acuan sebelum mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina. Bagi investor, stabilitas harga nonsubsidi mencerminkan upaya perseroan menjaga margin di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Posisi harga Pertamax di Rp15.950 per liter menempatkan produk itu di kisaran menengah pasar ritel dalam negeri. Sementara seri Pertamax Turbo dan Pertamina Dex berada di segmen premium dengan selisih harga yang cukup lebar antarproduk.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top