Kebakaran di Perbatasan Taman Nasional Way Kambas Lampung, Warga Ikut Padamkan Api

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 13:07:01 WIB
Warga Desa Muara Jaya bersama tim gabungan TNWK, TNI, dan Polri memadamkan api di area perbatasan taman nasional.

JAWA TENGAH — Kebakaran melanda area perbatasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung Tengah, tepat di lintasan yang biasa dilalui gajah liar dan rusa untuk berpindah. Warga Desa Muara Jaya turun tangan bersama tim gabungan TNWK, TNI, dan Polri memadamkan api agar tidak merembet ke permukiman. Balai TNWK menegaskan titik api bukan di pusat konservasi gajah, meski luasan terdampak sebelumnya tercatat sekitar 7.000 hektare pada September 2026.

Penegasan Zaidi merespons informasi warga yang menyebut area terbakar sebagai jalur pergerakan satwa liar. Menurut warga, lintasan itu tidak hanya dilalui gajah, tetapi juga rusa yang kerap melintas di kawasan perbatasan.

Lokasi Kebakaran: Perbatasan TNWK, Bukan Kawasan Inti

Zaidi menjelaskan penanganan api saat ini dilakukan tim dari TNWK bersama TNI dan Polri. Ia menegaskan kebakaran tidak berada di dalam area konservasi gajah, melainkan di zona peralihan antara kawasan taman nasional dan lahan milik perusahaan.

"Bukan, itu (kebakaran) di perbatasan dengan perusahaan, bukan Pusat Konservasi Gajah (PKG). Saat ini sementara ditangani teman-teman dari TNWK dan TNI, Polri," kata Zaidi.

Posisi titik api di area perbatasan membuat pemadaman melibatkan banyak pihak. Selain tim taman nasional dan aparat, warga desa sekitar ikut bekerja di lapangan untuk mencegah api melebar.

Warga Muara Jaya Turun Tangan Padamkan Api

Sukiman, warga Desa Muara Jaya, mengatakan masyarakat setempat ikut membantu tim gabungan memadamkan kobaran api. Upaya itu dilakukan agar api tidak semakin meluas dan mencapai area permukiman warga.

"Masih kebakaran, kami terus bekerja memadamkan api ini biar nggak terus meluas ke wilayah kami," kata Sukiman, dilansir detikSumbagsel, Minggu (25/10/2026).

Menurut Sukiman, kawasan yang terbakar selama ini menjadi salah satu jalur pergerakan satwa liar. Selain gajah, rusa juga disebut kerap melintas di area tersebut.

"Iya ini jalur gajah, memang yang terbakar ini jalur hewan, jadi bukan gajah saja, ada rusa juga," kata dia.

Luasan Terdampak Belum Diperbarui

Balai TN Way Kambas sebelumnya mencatat sekitar 7.000 hektare kawasan terdampak kebakaran. Angka itu merupakan data terakhir yang tercatat pada September 2026.

Hingga kini belum ada pembaruan resmi dari Balai TN Way Kambas mengenai luasan terbaru kawasan yang terdampak. Informasi terkini soal perkembangan titik api dapat dikonfirmasi ke Balai TNWK atau dinas terkait di Lampung Timur dan Lampung Tengah.

Bagi traveler yang berencana berkunjung ke Way Kambas, status kebakaran di area perbatasan perlu dicek lebih dulu sebelum berangkat. Kawasan inti dan pusat konservasi gajah dilaporkan tidak terdampak, namun akses dan aktivitas di sekitar zona peralihan bisa berubah mengikuti kondisi di lapangan.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top