JAWA TENGAH — PT Pertamina (Persero) tidak mengubah harga BBM nonsubsidi per Selasa, 27 Oktober 2026, sehingga Pertamax di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya tetap Rp15.950 per liter. Kebijakan menahan harga sudah berlaku sejak Rabu, 2 September 2026 dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat. Harga yang stabil ini berlaku di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia.
Paragraf pembuka: Keputusan menahan harga itu disampaikan VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora. Menurut dia, perseroan menimbang berbagai faktor sebelum melakukan penyesuaian harga jual di SPBU. Pertamina Patra Niaga adalah anak usaha yang mengelola bisnis bahan bakar ritel Pertamina.
Mengacu laman resmi Pertamina, harga Pertamax untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta dan sekitarnya dipatok Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo Rp19.600 per liter.
Untuk kelompok diesel, Dexlite dan Pertamina Dex juga tidak mengalami perubahan. Keduanya masuk dalam daftar produk nonsubsidi yang harganya tetap sejak awal September 2026.
Harga di atas berlaku untuk wilayah dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen. Provinsi dengan tarif PBBKB berbeda akan menerapkan harga yang sedikit berbeda pula, sesuai ketentuan pajak daerah masing-masing.
Kitty menyatakan penyesuaian harga nonsubsidi tidak semata mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Pertimbangan kondisi masyarakat menjadi faktor yang ikut diperhitungkan perseroan.
"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).
Pernyataan itu menjelaskan mengapa harga Pertamax dan produk nonsubsidi lain bertahan hampir dua bulan. Bagi konsumen, keputusan ini berarti biaya bahan bakar kendaraan pribadi tidak bertambah pada periode tersebut.
Harga yang stabil memberi kepastian biaya bagi pengendara mobil pribadi dan pelaku usaha yang memakai kendaraan operasional. Pengguna Pertamax di Jabodetabek, misalnya, masih bisa menganggarkan Rp15.950 per liter untuk setiap pengisian.
Pemilik kendaraan diesel juga mendapat kondisi serupa karena Dexlite dan Pertamina Dex tidak naik. Namun konsumen perlu mencermati harga di daerah masing-masing, sebab komponen PBBKB membuat angka di SPBU bisa berbeda antarprovinsi.
Penutup: Pertamina belum memberi sinyal kapan harga nonsubsidi akan disesuaikan. Selama periode penahanan harga berlanjut, daftar harga di atas menjadi acuan bagi konsumen yang hendak mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina.