BMKG Peringatkan Hujan Lebat Disertai Petir di 4 Kabupaten Solo Raya Siang Ini

Penulis: Deni Kurniawan  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:31:31 WIB
Peta prakiraan cuaca Jawa Tengah dari Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang hari.

SEMARANG — Data prakiraan cuaca Jawa Tengah yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang menyebut pagi hari umumnya berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan tersebar merata di berbagai daerah mulai siang.

Suhu udara rata-rata Jawa Tengah berkisar 16–34 derajat Celsius dengan kelembaban 45–95 persen. Angin bertiup dari arah barat laut menuju timur dengan kecepatan 10–35 km/jam.

Empat Kabupaten Berpotensi Hujan Lebat

Boyolali, Klaten, Wonogiri, dan Karanganyar masuk kategori hujan sedang hingga lebat. Suhu di Boyolali dan Karanganyar lebih rendah, 22–33 derajat Celsius dan 22–31 derajat Celsius, dengan kelembaban 60–90 persen.

Klaten dan Wonogiri diprakirakan bersuhu 27–34 derajat Celsius dengan kelembaban 45–85 persen. Sementara Surakarta, Sukoharjo, dan Sragen hanya berpotensi hujan ringan hingga sedang pada rentang suhu yang sama.

Rincian prakiraan berlaku pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menyiapkan payung dan jas hujan, terutama siang hingga awal malam.

Wilayah Lain: Semarang Baru Hujan Malam Hari

Kota Semarang diperkirakan cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai sore. Hujan ringan baru turun pada awal malam dengan suhu 27–34 derajat Celsius.

Hujan sedang hingga lebat juga diprakirakan melanda Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Temanggung, Magelang, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.

Gelombang Laut Selatan Jateng Lebih Tinggi

Perairan utara Jawa Tengah berada pada kategori rendah, 0,5–1,25 meter. Perairan selatan Jawa Tengah masuk kategori sedang dengan tinggi gelombang 1,25–2,5 meter.

BMKG meminta warga di kawasan rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor tetap waspada. Daerah lereng pegunungan menjadi perhatian utama karena potensi cuaca ekstrem disertai kilat dan angin kencang.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: jateng.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top