JAWA TENGAH — Kemarau panjang yang melanda Indonesia sepanjang 2026 mengubah lanskap sejumlah destinasi wisata alam, dari Danau Kawah Putih di Jawa Barat hingga Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Penyusutan debit air membuat sebagian kawasan tampil berbeda dari biasanya, dan wisatawan perlu memeriksa kondisi terkini sebelum berkunjung. Situ Buleud di Purwakarta, misalnya, sudah mengering sekitar satu bulan terakhir.
Situ Buleud, ikon wisata Purwakarta, Jawa Barat, kini memperlihatkan wajah lain. Dasar danau yang biasanya tertutup air sudah mengering selama kurang lebih satu bulan, meninggalkan permukaan tanah retak-retak yang meluas.
Air yang tersisa hanya berupa genangan terpisah di beberapa cekungan. Hamparan tanah kering di sekelilingnya makin jelas terlihat seiring menyusutnya debit air kawasan tersebut.
Penyusutan air di Situ Buleud menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan operasional pertunjukan air mancur. Atraksi itu selama ini menjadi magnet utama kawasan wisata tersebut.
Belum ada keterangan resmi soal jadwal operasional air mancur selama kemarau ini. Wisatawan yang berencana menonton pertunjukan sebaiknya mengonfirmasi lebih dulu ke pengelola atau dinas pariwisata setempat.
Kemarau panjang 2026 tidak hanya menyusutkan Situ Buleud. Sejumlah destinasi alam lain di berbagai wilayah Indonesia mengalami kondisi serupa, dengan penurunan debit air yang mengubah tampilan kawasan.
Danau Kawah Putih di Jawa Barat termasuk yang terdampak. Begitu pula Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, yang debit airnya menyusut selama musim kemarau.
Kondisi ini bukan berarti destinasi tersebut tutup. Banyak kawasan tetap bisa dikunjungi, hanya saja pengalaman yang didapat berbeda dari musim normal.
Musim kemarau membuat beberapa destinasi tampil tidak seperti foto-foto promosi. Jika tujuan utama adalah melihat air mancur atau hamparan air yang penuh, sebaiknya tunda kunjungan hingga debit air pulih.
Untuk wisatawan yang tetap ingin datang, pagi hari jadi pilihan lebih nyaman karena suhu belum terlalu tinggi. Durasi kunjungan singkat, sekitar satu hingga dua jam, biasanya cukup untuk mengelilingi kawasan.
Kemarau panjang 2026 memberi pelajaran praktis bagi perencana liburan: cek kondisi destinasi sebelum berangkat. Perubahan cuaca bisa mengubah wajah tempat wisata, dan informasi terkini dari pengelola adalah pegangan paling aman.