Pencarian

Harga CPO Terbang ke 4.494 Ringgit, Produsen Sawit RI Bisa Tarik Napas Lega

Selasa, 26 Mei 2026 • 15:08:01 WIB
Harga CPO Terbang ke 4.494 Ringgit, Produsen Sawit RI Bisa Tarik Napas Lega
Harga CPO melonjak ke 4.494 ringgit didorong oleh pelemahan produksi sawit Malaysia dan penguatan harga minyak mentah.

JAWA TENGAH — Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange dibuka gap up mengikuti reli harga minyak mentah yang bangkit dari posisi terendah sebelumnya. Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan pasar juga mendapat dorongan dari prospek produksi sawit Malaysia yang lebih lemah untuk Mei serta pelemahan ringgit.

“Kontrak berjangka dibuka gap up mengikuti kenaikan tajam harga minyak mentah dari posisi terendah sebelumnya, prospek produksi minyak sawit Malaysia yang lebih lemah untuk Mei, serta pelemahan ringgit Malaysia,” ujar Bagani seperti dikutip Reuters.

Minyak Nabati Lain Ikut Terbang, Minyak Kedelai Justru Terkoreksi

Pergerakan harga CPO tak bisa dilepaskan dari dinamika minyak nabati global. Pada sesi yang sama, kontrak minyak sawit berjangka di Dalian naik 0,51 persen, sementara minyak kedelai di bursa yang sama justru turun tipis 0,17 persen. Di Chicago Board of Trade, harga minyak kedelai juga terkoreksi 0,89 persen.

Minyak sawit selalu bergerak seirama dengan minyak nabati pesaingnya karena mereka berebut pangsa pasar di pasar global. Jika harga minyak kedelai turun, biasanya CPO ikut tertekan. Tapi hari ini, faktor penguat dari minyak mentah dan produksi Malaysia lebih dominan.

Iduladha Bikin Bursa Libur, Trader Wait and See

Pasar berjangka Malaysia akan tutup pada Rabu (27/5) bertepatan dengan libur Iduladha. Para pelaku pasar diperkirakan akan mengambil posisi hati-hati menjelang libur panjang. Volume perdagangan juga cenderung menipis karena banyak trader yang memilih menunggu perkembangan harga minyak mentah pekan depan.

Bagi emiten sawit pelat merah seperti PTPN III dan anak usahanya, tren harga ini menjadi sinyal positif setelah beberapa pekan terakhir margin tertekan. Apalagi jika produksi Malaysia benar-benar melambat, Indonesia berpotensi merebut pangsa pasar ekspor yang lebih besar.

Harga CPO masih akan sangat bergantung pada pergerakan harga minyak mentah global dan data produksi sawit Malaysia yang baru akan dirilis awal Juni mendatang. Jika minyak mentah terus menguat, bukan tidak mungkin CPO menembus level 4.600 ringgit dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks