JAWA TENGAH — Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu sebelumnya telah merenggut nyawa seorang pengendara motor, Devi Yanto (39). Dengan meninggalnya Ahmad Ridwan, total korban jiwa dalam insiden ini menjadi dua orang. Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, mengonfirmasi bahwa korban kedua mengembuskan napas terakhir pada pukul 21.00 WIB, Jumat malam.
Kronologi Tabrakan Beruntun: Fortuner Diduga Kehilangan Kendali
Menurut keterangan polisi, kecelakaan bermula saat Toyota Fortuner bernomor polisi BG-1857-UP yang dikemudikan Ahmad Nasuhi (56) melaju dari arah Simpang Famous menuju Simpang Charitas. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga menabrak sepeda motor Honda BeAT BG-4423-ABN yang dikendarai M. Abi.
"Setelah itu kendaraan kembali menabrak sepeda motor Honda BeAT BG-4241-ADC yang dikendarai Devi Yanto," ujar Iptu Hermanto kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026). Saat ditabrak, Devi Yanto diketahui sedang berboncengan dengan Nariratih (33) dan seorang balita bernama Abilyansyah Wijaya (3).
Mobil Fortuner tidak berhenti setelah menabrak dua sepeda motor. Kendaraan tersebut terus melaju hingga akhirnya menghantam angkot BG-1031-IM yang dikemudikan Ahmad Ridwan. Akibat benturan keras, sopir angkot mengalami luka serius dan mengeluhkan sakit dada sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
Enam Orang Terluka, Balita Ikut Jadi Korban
Selain dua korban meninggal, kecelakaan ini juga menyebabkan sejumlah korban luka-luka. M. Abi mengalami luka lecet di kaki dan nyeri pada pinggang. Sementara Nariratih dan balita Abilyansyah Wijaya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kondisi ketiga korban dilaporkan stabil.
Pengemudi Toyota Fortuner, Ahmad Nasuhi, dilaporkan tidak mengalami luka sedikit pun. Polisi telah mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
Polisi Masih Selidiki Unsur Kelalaian
Satlantas Polrestabes Palembang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih didalami. Iptu Hermanto menegaskan bahwa timnya tengah menyelidiki unsur kelalaian yang mungkin dilakukan oleh pengemudi Fortuner.
"Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui penyebab dan unsur kelalaian dalam kecelakaan ini," tutup Hermanto. Belum ada keterangan resmi apakah pengemudi Fortuner telah ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.