JAWA TENGAH — Puluhan ASN berkumpul di Auditorium Kemendes PDT usai apel pagi. Bukan untuk rapat koordinasi, melainkan mengikuti kelas literasi keuangan bertajuk Smart Financial Planning yang difasilitasi PT Pegadaian. Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung lebih dari satu jam, terutama saat membahas skema kepemilikan emas secara mencicil.
Kegiatan ini digelar setelah sejumlah pegawai di lingkungan kementerian menyatakan ketertarikan pada produk investasi emas Pegadaian, khususnya Cicilan Emas Galeri24. Banyak dari mereka yang sudah menjadi nasabah, namun belum memahami sepenuhnya cara kerja investasi emas bertahap.
Cicilan Emas Galeri24: Jawaban untuk Modal Terbatas
Materi utama yang disampaikan dalam sesi edukasi adalah layanan Cicilan Emas Galeri24. Skema ini memungkinkan masyarakat memiliki emas batangan secara bertahap melalui cicilan bulanan, tanpa perlu menyiapkan dana tunai penuh di awal. Produk ini dinilai cocok bagi ASN yang ingin mulai berinvestasi namun memiliki keterbatasan anggaran bulanan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2, Maryono, menjelaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang mudah dipahami dan nilainya cenderung stabil. “Pegadaian hadir untuk memberikan akses investasi yang aman, mudah, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya dalam sambutan.
Aplikasi Tring! by Pegadaian: Kelola Investasi dari Genggaman
Selain materi investasi, peserta juga didampingi untuk mengaktifkan aplikasi Tring! by Pegadaian. Platform digital ini memungkinkan nasabah membeli emas fisik maupun digital, memantau harga, serta mencicil langsung dari ponsel. Pegadaian berharap layanan digital bisa membuat pengelolaan investasi lebih praktis dan efisien, terutama bagi pegawai yang sibuk.
Maryono menambahkan, kegiatan literasi seperti ini merupakan komitmen Pegadaian untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya investasi yang aman dan terencana. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi secara bijak,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam itu diikuti oleh 100 hingga 150 ASN. Pegadaian berencana memperluas program literasi serupa ke instansi lain, menyusul tingginya minat terhadap skema cicil emas di kalangan pegawai negeri. Dengan inflasi yang terus bergerak, emas tetap menjadi pilihan lindung nilai yang mudah diakses, terutama lewat skema cicilan tanpa bunga tinggi.