SEMARANG — Cinta Batik Semarang, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Jawa Tengah, berhasil menembus pasar ekspor ke empat negara berkat pendampingan dari program LinkUMKM BRI. Usaha yang mengusung konsep batik ramah lingkungan ini kini memasarkan produknya ke Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Timor Leste.
Batik Ramah Lingkungan Jadi Daya Tarik Pasar Global
Cinta Batik Semarang membedakan diri dengan menggunakan pewarna alami dan proses produksi yang minim limbah. Pendekatan ini menjadi nilai jual utama di pasar internasional yang semakin sadar akan produk berkelanjutan.
“Kami menggunakan pewarna dari getah pohon, daun, dan kayu. Prosesnya juga hemat air,” ujar pemilik Cinta Batik Semarang saat menjelaskan keunggulan produknya. Nilai-nilai ramah lingkungan ini yang membuat produk mereka dilirik pembeli luar negeri.
Peran LinkUMKM BRI: Dari Pendampingan hingga Perluasan Pasar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten mendorong UMKM naik kelas melalui program LinkUMKM. Program ini tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha dan perluasan pasar, termasuk pasar ekspor.
BRI memfasilitasi Cinta Batik Semarang dalam berbagai pameran dagang dan menghubungkan mereka dengan jaringan pembeli potensial di luar negeri. Pendampingan manajemen usaha dan digitalisasi pemasaran juga menjadi bagian dari program tersebut.
Dampak bagi Perekonomian Lokal Semarang
Keberhasilan menembus pasar global berdampak langsung pada perekonomian di tingkat lokal. Cinta Batik Semarang kini melibatkan lebih banyak perajin batik di Semarang dan sekitarnya, meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan.
Dengan volume ekspor yang terus bertambah, usaha ini juga membuka lapangan kerja baru. Para perajin mendapatkan pelatihan untuk memenuhi standar kualitas produk ekspor yang lebih ketat.
Strategi BRI: Perkuat UMKM Lewat Ekosistem Digital dan Pendampingan
BRI menekankan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada penyaluran kredit. Melalui LinkUMKM, perseroan membangun ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha kecil mengakses pelatihan, pendampingan, hingga jaringan pemasaran yang lebih luas.
“Kami ingin UMKM naik kelas, bukan sekadar dapat pinjaman. Harapannya, mereka bisa mandiri dan bersaing di pasar global,” ujar perwakilan BRI. Program ini sejalan dengan target perseroan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor usaha kecil dan menengah.
Target Ekspor ke Depan: Benua Eropa dan Amerika
Setelah berhasil menembus pasar Asia, Cinta Batik Semarang kini membidik pasar Eropa dan Amerika. Dengan dukungan BRI, mereka tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti pameran dagang internasional di Jerman dan Amerika Serikat pada tahun depan.
Permintaan dari kawasan Eropa dinilai sangat potensial karena tingginya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan. Cinta Batik Semarang optimistis dapat memenuhi standar sertifikasi yang dibutuhkan untuk memasuki pasar tersebut.