Pencarian

Dick Advocaat (78 Tahun 260 Hari) Catat Rekor Pelatih Tertua Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Senin, 15 Juni 2026 • 07:09:31 WIB
Dick Advocaat (78 Tahun 260 Hari) Catat Rekor Pelatih Tertua Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Dick Advocaat mencetak rekor sebagai pelatih tertua di Piala Dunia pada usia 78 tahun 260 hari.

JAWA TENGAH — Laga perdana Grup E Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium menjadi panggung bagi Advocaat untuk melampaui nama-nama legendaris. Ia menggeser catatan Miroslav Koubek, Hugo Broos, Otto Rehhagel, Oscar Tabarez, Louis van Gaal, hingga Cesare Maldini yang sebelumnya menghuni daftar pelatih tertua turnamen paling bergengsi di dunia itu.

Rekor yang Berpotensi Bertambah Usai Lawan Pantai Gading

Advocaat menjadi pelatih pertama dalam sejarah Piala Dunia putra yang memimpin pertandingan di usia di atas 75 tahun. Catatan ini menegaskan statusnya sebagai salah satu juru taktik paling berpengalaman di pentas internasional.

Rekor itu bahkan masih bisa bertambah. Saat Curacao menghadapi Pantai Gading pada laga terakhir fase grup, Advocaat diproyeksikan berusia 78 tahun 271 hari. Angka tersebut akan memperpanjang catatan bersejarah yang baru saja ia buat.

Kekalahan Telak di Laga Perdana, Tapi Ada Gol Bersejarah

Di sisi lain, Curacao harus memulai debut Piala Dunia mereka dengan hasil pahit. Tim asuhan Julian Nagelsmann menekuk Curacao dengan skor telak 7-1. Kekalahan ini juga mencatatkan rekor buruk: Curacao menjadi tim debutan pertama sejak Korea Selatan pada Piala Dunia 1954 yang kebobolan tujuh gol di pertandingan perdana putaran final.

Namun, ada secercah harapan. Livano Comenencia sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-21, membuat skor menjadi 1-1. Gol itu menjadi gol pertama Curacao sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.

Optimisme Jelang Lawan Ekuador dan Pantai Gading

Meski kalah, performa Curacao di babak pertama menunjukkan bahwa mereka mampu memberi perlawanan. Momen ketika Comenencia menjebol gawang Jerman menjadi bukti tim debutan ini bukannya tanpa potensi.

Dua laga tersisa melawan Ekuador dan Pantai Gading akan menjadi penentu nasib Curacao. Jika mampu mempertahankan semangat seperti saat melawan Jerman, bukan tidak mungkin mereka bisa mencuri poin dan menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Bagi Advocaat, laga-laga itu juga menjadi kesempatan untuk memperpanjang rekor usianya di panggung Piala Dunia.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks