JAWA TENGAH — Persija Jakarta akan melakoni laga perdana mereka di Piala Presiden 2026 dengan menghadapi tuan rumah Persebaya Surabaya. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu (26/7/2026) itu menjadi ujian awal bagi Macan Kemayoran di bawah arahan Shin Tae-yong.
Namun, persiapan tim ibu kota tidak berjalan mulus. Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa proses latihan mengalami gangguan akibat perubahan jadwal yang mendadak. Situasi ini membuat tim belum mencapai kondisi ideal untuk laga nanti.
Target Belum Ditentukan Manajemen
Menurut STY, pihak manajemen hingga saat ini belum memberikan target resmi untuk turnamen pramusim tersebut. “Pada gelaran Piala Presiden kali ini, manajemen belum menetapkan target pasti. Karena Persija mengalami begitu banyak perubahan jadwal,” ujarnya.
Ketidakpastian jadwal disebut menjadi faktor utama yang menghambat kesiapan tim. Shin Tae-yong tidak merinci secara detail bentuk perubahan tersebut, tetapi menegaskan bahwa situasi ini berdampak pada program latihan yang telah dirancang sebelumnya.
“Kami Akan Bekerja Keras”
Meski mengakui persiapan tidak sempurna, Shin Tae-yong memastikan Persija tetap akan berjuang habis-habisan di atas lapangan. “Besok, kita akan bertanding melawan Persebaya Surabaya. Memang kami tidak terlalu sempurna untuk proses persiapan pertandingan besok, tetapi kami tetap akan bekerja keras untuk pertandingan besok,” kata pelatih berusia 55 tahun itu.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi bahwa Persija akan tampil setengah hati. STY menekankan bahwa setiap pertandingan adalah ajang pembuktian, terlepas dari kendala yang dihadapi selama persiapan.
Laga Markas Persebaya Jadi Ujian Berat
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, markas Persebaya, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persija. Dukungan ribuan suporter tuan rumah diprediksi akan memberikan tekanan psikologis bagi tim tamu. Namun, Shin Tae-yong enggan menjadikan faktor stadion sebagai alasan.
Piala Presiden 2026 sendiri menjadi ajang bagi Persija untuk menguji kekuatan skuad baru dan sistem permainan yang diterapkan STY. Dengan belum adanya target dari manajemen, tekanan justru berkurang, namun semangat kompetitif tetap dijaga.
Pertandingan melawan Persebaya akan menjadi indikator awal sejauh mana Persija mampu beradaptasi dengan strategi sang pelatih. Hasil laga nanti juga bisa memengaruhi langkah tim di babak selanjutnya, meski target utama masih bersifat dinamis mengikuti perkembangan turnamen.