Pencarian

Haru dan Semarak Meriahkan Wasana Warsa SD Negeri 3 Pingit Temanggung, Siswa Tampilkan Hafalan hingga Sungkeman

Kamis, 18 Juni 2026 • 13:49:01 WIB
Haru dan Semarak Meriahkan Wasana Warsa SD Negeri 3 Pingit Temanggung, Siswa Tampilkan Hafalan hingga Sungkeman
Siswa SD Negeri 3 Pingit Temanggung tampil percaya diri membawakan hafalan Asmaul Husna dan ayat Al-Qur’an.

PRINGSURAT — Sekolah dasar di pelosok Temanggung ini mengusung tema “Terima Kasih untuk Setiap Tawa, Cerita, dan Perjuangan yang Telah Kita Lewati Bersama” dalam gelaran tahunannya. Seluruh siswa dari kelas I hingga VI tampil tanpa terkecuali, mulai dari hafalan Asmaul Husna hingga tarian daerah.

Kepala Desa Pingit, Busri, bersama jajaran perangkat dusun dan Ketua Komite Sekolah, Sukisman, turut hadir. Pengawas SD Korwilcam Dindikpora Kecamatan Pringsurat, Betty Suryandari, S.Pd., M.Pd., juga menyaksikan langsung penampilan para siswa.

Hafalan Al-Qur’an hingga Tarian Daerah Jadi Pembuka

Acara dibuka dengan hafalan Asmaul Husna oleh siswa kelas I hingga III, disusul hafalan ayat-ayat Al-Qur’an oleh kelas IV sampai VI. Kepala sekolah menegaskan bahwa pendidikan agama menjadi pilar utama di sekolah ini, sesuai slogan “Yo Entok Sekolahe, Yo Entok Ngajine.”

Penampilan kreasi seni dimulai dari siswa kelas I yang membawakan lagu dan tarian bersama. Mereka tampak percaya diri di hadapan para tamu undangan dan orang tua. Kelas-kelas berikutnya menyuguhkan berbagai kesenian daerah, menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.

Puncak Acara: Sungkeman yang Membuat Hadirin Menitikkan Air Mata

Prosesi kelulusan siswa kelas VI menjadi puncak acara. Untuk terakhir kalinya sebagai siswa SD Negeri 3 Pingit, mereka membawakan tiga lagu: Laskar Pelangi, Terima Kasihku, dan Jogja Istimewa. Lirik lagu telah disesuaikan dengan tema acara dan kreativitas siswa.

Suasana haru begitu terasa ketika para siswa tampil penuh percaya diri. Kebanggaan terpancar dari wajah orang tua yang menyaksikan perkembangan putra-putri mereka selama enam tahun menempuh pendidikan.

Momen paling menyentuh adalah acara sungkeman. Dipandu pembawa acara, para siswa membasuh kaki orang tua mereka, memohon maaf atas segala kesalahan, serta meminta doa restu untuk melanjutkan pendidikan. Banyak hadirin menitikkan air mata saat prosesi berlangsung.

Pendidikan Karakter Jadi Bekal Siswa ke Depan

Kegiatan ini mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik. Pembentukan karakter, pendidikan agama, kemampuan bersosialisasi, serta nilai-nilai kehidupan menjadi bekal penting bagi siswa di masa depan.

Pihak sekolah berharap segala nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama ini dapat terus dipelihara dan dikembangkan. “Mari bersama-sama menyirami benih-benih karakter yang telah tumbuh agar kelak kita dapat melihat anak-anak menjadi pribadi yang sukses, berakhlak mulia, dan membanggakan,” ujar perwakilan guru dalam sambutannya.

Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks