Pencarian

BPJS Kesehatan dan Puskesmas Boyolali 1 Skrining Kesehatan Siswa SMAN 1 Boyolali Demi Dukung Program MBG

Kamis, 25 Juni 2026 • 15:00:01 WIB
BPJS Kesehatan dan Puskesmas Boyolali 1 Skrining Kesehatan Siswa SMAN 1 Boyolali Demi Dukung Program MBG
Petugas kesehatan melakukan skrining kesehatan pada siswa SMAN 1 Boyolali sebagai dukungan program Makan Bergizi Gratis.

BOYOLALI — Sebanyak 450 siswa SMAN 1 Boyolali mengikuti skrining kesehatan yang digelar BPJS Kesehatan bersama Puskesmas Boyolali 1. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di daerah tersebut.

Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan tekanan darah, serta pemeriksaan gizi dasar. Petugas kesehatan dari puskesmas turun langsung ke sekolah untuk memudahkan akses siswa.

Apa Manfaat Skrining bagi Siswa?

Skrining ini tidak hanya mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, tetapi juga menjadi data awal untuk program MBG. Kepala Puskesmas Boyolali 1, drg. Siti Aminah, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan akan digunakan untuk menyesuaikan menu makanan bergizi yang diberikan ke siswa.

“Dari skrining ini kami bisa tahu kondisi gizi masing-masing siswa. Apakah ada yang kurang gizi, obesitas, atau punya penyakit penyerta. Nanti menunya bisa disesuaikan,” ujarnya.

Edukasi Investasi Kesehatan Sejak Dini

Selain skrining, petugas juga memberikan edukasi kepada siswa dan guru tentang pentingnya investasi kesehatan sejak usia sekolah. Materi mencakup pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan pentingnya istirahat cukup.

Kepala SMAN 1 Boyolali, Drs. Sugeng Riyadi, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, siswa perlu dibekali kesadaran kesehatan sejak dini agar bisa menjadi generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif.

Program MBG Targetkan Seluruh Sekolah

Skrining di SMAN 1 Boyolali merupakan pilot project. BPJS Kesehatan berencana memperluas kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lain di Boyolali dalam waktu dekat. Program MBG sendiri menyasar siswa dari tingkat SD hingga SMA.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Boyolali, Agus Wibowo, mengatakan bahwa kolaborasi dengan puskesmas dan sekolah adalah kunci keberhasilan program ini. “Kami ingin memastikan setiap anak mendapat asupan gizi yang tepat sesuai kondisi kesehatannya,” katanya.

Siapa yang Paling Terdampak?

Siswa dengan status gizi kurang atau berisiko tinggi menjadi prioritas utama dalam program ini. Data skrining akan menjadi acuan untuk intervensi gizi lebih lanjut, termasuk pemberian suplemen jika diperlukan.

Orang tua juga dilibatkan melalui penyuluhan di sekolah. Mereka diimbau memantau asupan makanan anak di rumah agar program MBG berjalan optimal.

Kapan Program Ini Berjalan Penuh?

Skrining di SMAN 1 Boyolali sudah dimulai pekan lalu. Untuk sekolah lain, BPJS Kesehatan menargetkan rampung sebelum akhir semester genap tahun ajaran 2024/2025.

Agus menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Boyolali untuk mempercepat perluasan program.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks