Pencarian

Apple Gugat OpenAI dan Dua Mantan Karyawan Atas Dugaan Pencurian Rahasia Dagang Perangkat Keras

Sabtu, 11 Juli 2026 • 18:33:31 WIB
Apple Gugat OpenAI dan Dua Mantan Karyawan Atas Dugaan Pencurian Rahasia Dagang Perangkat Keras
Apple menggugat OpenAI dan dua mantan karyawan atas dugaan pencurian rahasia dagang perangkat keras.

JAWA TENGAH — Gugatan yang diajukan di pengadilan federal California pada pekan lalu ini menampar OpenAI dan dua mantan insinyur Apple yang kini bekerja di perusahaan AI tersebut. Apple menuding terjadi pola koordinasi pencurian data yang melibatkan manajemen puncak OpenAI, termasuk divisi perangkat kerasnya yang dipimpin mantan VP Apple.

Dua Mantan Karyawan Jadi Tersangka Utama

Apple menyebut dua nama dalam gugatannya: Chang Liu, mantan senior system electrical engineer, dan Tang Yew Tan, mantan VP Apple yang kini menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI. Keduanya dituduh membocorkan dokumen teknis rahasia ke OpenAI.

Menurut pengacara Apple, Liu "secara diam-diam mengakses dan mengunduh puluhan file rahasia terkait perangkat keras Apple." File tersebut mencakup informasi detail tentang produk yang belum dirilis, presentasi teknis, spesifikasi, dan data proyek kepemilikan.

Yang lebih mengejutkan, Apple mengklaim Tan "mengarahkan kandidat pekerja yang masih bekerja di Apple untuk membawa komponen asli dari Apple ke sesi wawancara." Sesi ini disebut sebagai ajang "show and tell" di mana tim OpenAI bisa menggali lebih banyak informasi rahasia Apple.

Lebih dari 400 Karyawan Apple Pindah ke OpenAI

Apple mengungkapkan bahwa lebih dari 400 mantan karyawannya kini bekerja di OpenAI. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini menilai proses rekrutmen OpenAI sengaja dirancang "untuk memancing informasi rahasia Apple lebih lanjut" dari para kandidat.

Gugatan ini juga menyeret io Products, perusahaan perangkat keras yang diakuisisi OpenAI tahun lalu dan dipimpin oleh Jony Ive — mantan desainer legendaris Apple. Meski tidak menyebut nama Ive secara langsung, Apple menuduh io Products terlibat dalam "pola pelanggaran terkoordinasi di tingkat institusional" di dalam OpenAI.

Respons OpenAI: "Kami Tidak Tertarik dengan Rahasia Dagang Perusahaan Lain"

OpenAI belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan ini. Drew Pusateri, direktur komunikasi strategis OpenAI, menyatakan melalui cuitan di X (Twitter) bahwa perusahaannya "tidak memiliki kepentingan terhadap rahasia dagang perusahaan lain."

Dalam pernyataan resminya, OpenAI menegaskan: "Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan semua orang." Namun, Apple mengklaim bahwa OpenAI "tidak pernah merespons" ketika mereka menyampaikan kekhawatiran soal dugaan pencurian data ini.

Kemitraan Apple Intelligence dengan OpenAI Tidak Terpengaruh

Menariknya, gugatan ini muncul di tengah kemitraan Apple dengan OpenAI untuk fitur Apple Intelligence. Dalam catatan kaki gugatan, Apple menegaskan bahwa perjanjian integrasi ChatGPT ke perangkat iPhone "tidak menjadi masalah di sini" dan tuduhan pencurian rahasia dagang "tidak ada hubungannya" dengan pengaturan tersebut.

Apple menyatakan kemungkinan belum mengetahui seluruh skala pelanggaran yang dilakukan OpenAI. "Yang jelas, di setiap level — dari anggota staf teknis hingga Chief Hardware Officer, dan berkoordinasi dengan mitra bisnis — OpenAI telah mencuri rahasia dagang dan informasi rahasia Apple," tulis Apple dalam dokumen gugatan. "Akibatnya, bisnis perangkat keras OpenAI yang baru berdiri kini berada di atas fondasi yang paling goyah, busuk hingga ke intinya karena ketergantungan ilegal pada rahasia dagang yang disalahgunakan."

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks