SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau. Peringatan ini menyusul prakiraan cuaca yang menunjukkan sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih cerah berawan dengan kelembaban udara rendah.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah, menjelaskan bahwa kondisi cerah hingga cerah berawan akan mendominasi sejak pagi hingga siang hari. "Pagi sampai siang cerah hingga cerah berawan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (15/7/2026).
Enam Wilayah Diguyur Hujan Ringan
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan ringan mulai muncul secara tidak merata. Daerah-daerah yang diprakirakan mengalami hujan ringan adalah kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan sekitarnya. Enam kota/kabupaten masuk dalam kategori ini:
- Purwokerto
- Purbalingga
- Banjarnegara
- Kajen
- Slawi
- Bumiayu
Wilayah Berawan dan Cerah Berawan
Sebanyak 19 wilayah di Jawa Tengah diprakirakan berawan sepanjang hari. Kota-kota seperti Cilacap, Wonosobo, Magelang, Salatiga, dan Ungaran masuk dalam daftar ini. Sementara itu, 14 wilayah lainnya diprakirakan cerah berawan, termasuk Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Suhu udara di Jateng diperkirakan berkisar antara 16 derajat Celcius di daerah pegunungan hingga 35 derajat Celcius di perkotaan. Kelembaban udara berada pada rentang 45 hingga 95 persen, yang menandakan kondisi cukup kering di siang hari.
Mengapa Waspada Kebakaran?
BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat seiring rendahnya kelembaban dan minimnya curah hujan di sebagian besar wilayah. "Waspadai potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan," ucap Noor Jannah.
Prakiraan cuaca ini berlaku mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.