PATI — Banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, kian parah pada Kamis (16/7/2026). Seluruh rumah warga di desa tersebut kini terendam air laut yang meluap.
Sebelumnya, banjir hanya merendam kawasan satu RT. Kini luasan dampak meluas ke seluruh wilayah desa.
Ketinggian Air Capai 70 Sentimeter, 80 Rumah Terendam
Kabid Kedaruratan BPBD Pati, Suntoro, mengatakan ketinggian banjir mencapai 70 sentimeter di titik terdalam. Total ada 80 rumah dengan 112 KK yang terendam air rob.
"Luasan terdampak seluruh wilayah desa," kata Suntoro saat dihubungi, Kamis (16/7/2026).
Selain permukiman, ruas jalan pemukiman sepanjang 800 meter juga terendam. Luas tambak yang terdampak mencapai 85 hektare.
Pemdes Dirikan Dapur Umum, Warga Belum Mau Mengungsi
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menjelaskan banjir kali ini semakin parah karena siklus air pasang yang naik pada pertengahan Juli 2026. Angin laut yang kencang turut memperparah kondisi.
"Hari ini semakin parah, gelombang pasangnya semakin tinggi, dengan angin laut yang kencang," jelasnya saat dihubungi.
Pemerintah desa mendirikan dapur umum di lokasi banjir menggunakan tenda bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Tempat pengungsian juga disiapkan di balai desa dan polindes untuk warga rentan.
"Sekarang warga sama pemdes buat dapur umum di RT 5, menggunakan tenda bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah," ujar Setyo.
Meski begitu, warga belum bersedia mengungsi. Pemerintah desa telah menyiapkan dua unit perahu untuk evakuasi jika diperlukan, terutama bagi warga lansia.
Banjir Rob Mulai Selasa, Kini Meluas ke Seluruh Desa
Sebelumnya, banjir rob mulai merendam rumah warga Tunggulsari pada Selasa (14/7). Saat itu baru 36 rumah yang terkena dampak. Dalam dua hari, luasan banjir meluas drastis hingga ke seluruh desa.
BPBD Pati masih memantau perkembangan situasi. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air rob pada siklus pasang berikutnya.