BREBES — Tambahan 30 ribu ekor sapi perah di Jawa Tengah dipastikan mengubah peta industri persusuan daerah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut, saat ini populasi sapi perah di provinsi itu baru mencapai 77.566 ekor dengan produksi tahunan 78.465 ton. Artinya, dengan tambahan 32 persen populasi sapi, produksi susu segar diproyeksikan naik 18 hingga 20 persen.
Defisit 22 Ribu Ton Terjawab
Selama ini, Jawa Tengah masih bergantung pada pasokan susu dari provinsi lain untuk menutupi kekurangan sekitar 22 ribu ton per tahun. "Kebutuhan di Jawa Tengah jelas akan sangat tercukupi dengan adanya investasi ini. Kalau nanti ini berdiri, sudah berlebih-lebih kita untuk kebutuhan susunya," ujar Luthfi saat peletakan batu pertama proyek di Brebes, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, keberadaan peternakan terpadu itu tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi penopang kebutuhan susu nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang turut hadir dalam acara tersebut optimistis target swasembada susu nasional dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang.
Skema Kemitraan dengan Warga
CEO Saviora Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan pihaknya tidak hanya membangun kandang besar. PT Global Dairi Bersama akan mengembangkan pola kemitraan dengan masyarakat sekitar yang meliputi pengembangan sapi pejantan, pengelolaan sapi perah rakyat, hingga penyediaan pakan ternak.
"30.000 ekor sapi itu berarti menambah 32% populasi sapi perah di Jawa Tengah, kemudian kenaikan produksi susu segar sekitar 18-20%," kata Ihsan.
Ia menambahkan, investasi ini diharapkan mampu mendorong Jawa Tengah menjadi salah satu sentra industri persusuan terbesar di Indonesia. Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebutuhan susu nasional terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat.
Dukungan Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat, kata Amran, mendorong daerah-daerah potensial seperti Jawa Tengah untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dengan konsep peternakan terpadu yang dibangun di Brebes, ia yakin target swasembada susu nasional bisa terwujud. Proyek ini menjadi salah satu jawaban atas ketergantungan pasokan susu impor yang selama ini masih tinggi. [ADV]