KAB SEMARANG — Kegiatan pendampingan belajar mengaji di TPQ Al Barkah, Dusun Segeni, Desa Pagersari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, kini punya metode baru. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 12 memperkenalkan program One Week One Doa yang berlangsung dalam dua pertemuan, yakni Minggu (9/8/2026) dan Sabtu (15/8/2026) malam selepas salat Magrib.
Program ini dirancang untuk membantu santri menghafal doa-doa harian secara bertahap. Hasilnya, seluruh santri yang mengikuti setoran hafalan berhasil melafalkan doa dengan lancar tanpa perlu mengulang.
Berawal dari Kendala Minimnya Guru Pengajar
Gagasan program ini muncul setelah mahasiswa KKN melakukan observasi dan turut membantu proses mengajar di TPQ Al Barkah. Mereka menemukan bahwa pembelajaran doa harian belum berjalan optimal karena hanya ada satu tenaga pengajar di tempat tersebut.
Ahmad Zumaroni, guru TPQ Al Barkah, mengungkapkan bahwa selama ini dirinya hanya mengajarkan doa-doa dasar kepada para santri karena keterbatasan waktu dan tenaga.
“Di TPQ ini memang belum ada program khusus buat hafalan doa-doa harian. Yang baru diajarkan itu doa-doa yang simpel dulu, kayak doa mau makan sama doa mau tidur. Soalnya pengajarnya cuma saya sendiri,” kata Ahmad.
Media Laminating dan Buku Checklist Jadi Andalan
Untuk memastikan program ini bisa berkelanjutan, mahasiswa KKN menyiapkan media pembelajaran sederhana namun efektif. Dini Awalia Rahmah, perwakilan bidang keagamaan KKN UPGRIS Kelompok 12, menjelaskan bahwa alat bantu ini dirancang agar mudah digunakan oleh pengajar tunggal di TPQ.
“Kami sengaja bikin media laminating dan buku checklist ini supaya gampang dipakai, tidak ribet buat pengajar yang cuma satu orang di sana. Semoga alat bantu ini bisa terus dipakai meski program KKN-nya sudah selesai,” ujarnya.
Pada pertemuan pertama, santri belajar menghafal doa sebelum dan sesudah makan. Materi dipraktikkan bersama-sama terlebih dahulu sebelum para santri maju satu per satu untuk menyetorkan hafalannya. Suasana belajar dibuat lebih hidup dengan ice breaking agar anak-anak tidak cepat bosan.
Metode Checklist Terbukti Efektif Meningkatkan Semangat Santri
Setiap santri mendapatkan buku checklist hafalan pribadi, sementara media doa yang telah dicetak dan dilaminasi diserahkan sebagai pegangan pengajar. Pada pertemuan kedua, para santri kembali mengulang hafalan sebelum melakukan setoran secara bergantian. Santri yang berhasil menghafal dengan lancar mendapat tanda centang pada buku checklist masing-masing.
Dita Anggraeni, anggota bidang keagamaan KKN UPGRIS Kelompok 12, mengaku senang dengan hasil yang dicapai para santri. Menurutnya, metode ini terbukti ampuh meningkatkan motivasi belajar anak-anak.
“Alhamdulillah, pas setoran kemarin semua anak lancar hafalannya, tidak ada yang mengulang. Senang lihatnya, berarti metode checklist-nya memang efektif,” ujarnya.
Harapan Keberlanjutan Program di TPQ Al Barkah
Ahmad Zumaroni menyambut baik program yang ditinggalkan oleh mahasiswa KKN UPGRIS ini. Ia berharap metode pembelajaran tersebut dapat terus diterapkan secara rutin di TPQ Al Barkah.
“Kalau bisa sih dilanjutkan terus ya metodenya, biar anak-anak makin banyak hafal doanya. Soalnya dari dulu kendalanya memang di pengajar dan waktu,” katanya.
Melalui One Week One Doa, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 12 tidak hanya memberikan pendampingan belajar selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh TPQ Al Barkah.