SEMARANG — Tiga kereta api kelas Argo yang melayani rute Stasiun Semarang Tawang–Gambir Jakarta akan beroperasi dengan nama baru, KA Muria, mulai 1 Oktober 2026. Keputusan ini diumumkan resmi melalui akun Instagram @kai121_ pada Kamis (20/8/2026).
Dengan adanya perubahan ini, nama KA Argo Muria, KA Argo Sindoro, dan KA Argo Merbabu resmi dihapus dan seluruh layanan perjalanan akan menggunakan satu identitas tunggal.
Penyederhanaan Identitas Layanan KAI di Jalur Pantura
KAI menyebut langkah ini merupakan bagian dari penyederhanaan identitas layanan. Sebelumnya, tiga kereta dengan nama berbeda kerap membuat calon penumpang bingung saat memesan tiket atau membaca jadwal keberangkatan.
"Mulai 1 Oktober 2026, perjalanan Semarang Tawang–Gambir PP yang selama ini dilayani oleh KA Argo Muria, KA Argo Sindoro, dan KA Argo Merbabu, akan hadir dengan identitas baru yang lebih sederhana: KA Muria," tulis KAI dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, manajemen KAI belum merinci alasan lebih jauh di balik penggabungan nama tersebut. Namun, penyatuan nama ini dinilai mempermudah sistem pemesanan dan informasi jadwal bagi pengguna jasa kereta api.
Jadwal Perjalanan KA Muria: Pagi hingga Malam, Durasi 5-6 Jam
Dalam pengumuman yang sama, KAI membagikan gambaran jadwal perjalanan terbaru untuk KA Muria. Layanan tersedia pada pagi, siang, sore, hingga malam hari.
Durasi perjalanan sekali jalan diperkirakan memakan waktu lima sampai enam jam, relatif sama dengan waktu tempuh layanan Argo sebelumnya di rute yang sama.
KAI mengimbau para pelanggan setia untuk tidak keliru saat melakukan pemesanan tiket maupun mengecek jadwal perjalanan usai pergantian nama ini berlaku.
Respons Warganet atas Hilangnya Nama Argo Sindoro dan Argo Merbabu
Kabar penggantian nama ini memicu beragam reaksi dari warganet di media sosial. Sebagian besar menyayangkan keputusan KAI yang menghilangkan nama-nama gunung di Jawa Tengah, seperti Sindoro dan Merbabu, yang selama ini melekat sebagai identitas kebanggaan daerah.
Meski demikian, KAI memastikan bahwa kualitas layanan dan jadwal perjalanan tidak berubah. Hanya identitas nama yang disederhanakan untuk menciptakan ekosistem layanan yang lebih terpadu di koridor Semarang-Jakarta.