SEMARANG — Antusiasme tinggi terpantau pada hari pertama job fair dalam rangka Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Berdasarkan data Disnakertrans Jateng, sedikitnya 5.800 pencari kerja telah mendaftar melalui aplikasi "Ayo Kerjo" untuk mengikuti pameran kerja tatap muka ini.
Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz menuturkan, meski informasi lowongan bisa diakses 24 jam melalui platform digital, acara konvensional tetap menjadi primadona bagi pelamar. Mereka ingin menggali informasi lebih dalam mengenai budaya perusahaan dan spesifikasi jabatan secara langsung.
"Berdasarkan pengalaman selama ini, 'job fair' yang konvensional atau 'offline' seperti ini masih banyak diminati. Mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan, mendalami kondisi kerjanya seperti apa, jabatannya seperti apa, dan lain sebagainya," katanya di Semarang, Kamis.
48 Perusahaan Berpartisipasi dari Manufaktur hingga Ritel
Sebanyak 40 perusahaan menempati stan yang tersedia di lokasi acara. PT Kawasan Industri Kendal turut hadir dengan membawa delapan perusahaan binaan, sehingga total partisipan mencapai 48 perusahaan.
Lowongan yang ditawarkan berasal dari beragam sektor. Mulai dari manufaktur, agrikultur dan alat berat, industri makanan dan jamu, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga ritel.
Kehadiran perusahaan dari berbagai bidang ini diharapkan mampu menjaring talenta dengan latar belakang pendidikan dan keahlian yang bervariasi.
Jembatan Penyalur Tenaga Kerja Profesional bagi Perusahaan dan Masyarakat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penyelenggaraan job fair merupakan jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri dengan kompetensi masyarakat. Kegiatan ini dinilai memberi keuntungan timbal balik bagi kedua belah pihak.
"Di satu sisi perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja profesional. Di sisi lain, masyarakat bisa tertampung dari mana pun asalnya. Namun, yang terpenting adalah profesional," ujarnya.
Menurutnya, peluang kerja di Jawa Tengah masih terbuka lebar. Namun, para pencari kerja dituntut untuk terus mengasah kemampuan agar sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh pasar.
Kesempatan Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Gelaran tahun ini terasa lebih istimewa karena mengusung konsep inklusivitas. Disnakertrans Jateng memastikan sejumlah lowongan telah dikurasi khusus dan dapat dilamar oleh pencari kerja penyandang disabilitas.
Sifa, seorang penyandang tunarungu, mengaku sengaja datang dari Jawa Barat setelah mengetahui informasi job fair melalui media sosial Instagram. Ia telah menyerahkan berkas lamaran kepada tiga perusahaan yang dinilai sesuai dengan kemampuannya.
"Saya merasa bahagia. Acara seperti ini bisa memberikan informasi kepada teman-teman disabilitas," katanya.
Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang setara dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.