TEGAL — Gelaran turnamen e-sport di Kota Tegal tidak hanya memantik antusiasme para siswa, tetapi juga menjadi strategi jitu kepolisian dalam menekan angka kenakalan remaja. Polsek Tegal Selatan resmi menggelar kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) yang diikuti perwakilan pelajar dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayahnya, Sabtu (22/8/2026).
Alih-alih terlibat gesekan di jalan raya, ratusan siswa justru diajak mengasah kemampuan taktik dan kerja sama tim. Inisiatif ini merupakan respons atas maraknya potensi tawuran serta aksi balap liar yang kerap melibatkan pelajar di daerah tersebut.
E-sport Jadi Wadah Resmi Penyaluran Bakat Pelajar
Kapolsek Tegal Selatan, Kompol Sigit Pasono, menegaskan bahwa turnamen ini dirancang untuk memfasilitasi minat pelajar terhadap gim kompetitif agar terarah dengan baik. Pihaknya menilai selama ini minat tersebut kerap tidak tersalurkan ke wadah yang tepat.
"E-sport merupakan salah satu wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kemampuan dan skill. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya kami untuk mencegah tawuran dan kenakalan remaja," ungkap Kompol Sigit Pasono.
Ia menambahkan, gim seluler saat ini telah berevolusi menjadi industri olahraga elektronik yang serius. Statusnya bukan lagi sekadar hiburan semata, melainkan telah diakui hingga tingkat internasional.
"E-sport sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games. Kemampuan para pelajar dapat dikembangkan melalui kegiatan yang terarah," jelasnya.
Antusiasme Siswa dan Dukungan untuk Kurangi Kegiatan Negatif
Langkah kreatif kepolisian ini mendapat sambutan hangat dari kalangan pelajar. M Bara, salah satu peserta, menilai turnamen ini memberikan ruang berkompetisi yang sehat bagi generasi muda di tengah minimnya aktivitas positif.
"Menurut saya kegiatan ini sangat positif, khususnya bagi remaja dan pelajar. Bukan sekadar bermain game, tetapi juga bisa mengasah keterampilan dan skill," tutur Bara.
Bara meyakini, ketersediaan wadah berekspresi seperti ini efektif untuk menjauhkan pelajar dari perilaku menyimpang di luar jam sekolah. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar.
"Dengan adanya kegiatan seperti ini, pelajar bisa menghindari kegiatan negatif seperti tawuran maupun balap liar. Kami juga berterima kasih kepada Polsek Tegal Selatan yang sudah menggelar kegiatan ini," ia menambahkan.
Melalui ajang ini, kepolisian berharap terbangun ekosistem kompetisi yang sehat di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan generasi muda di Kota Tegal.