Pencarian

Bupati Jepara Witiarso Lantik 29 Pejabat, Direktur RSUD R.A. Kartini Digeser Jadi Staf Ahli

Senin, 21 September 2026 • 10:31:02 WIB
Bupati Jepara Witiarso Lantik 29 Pejabat, Direktur RSUD R.A. Kartini Digeser Jadi Staf Ahli
Bupati Jepara Witiarso melantik 29 pejabat di lingkungan Pemkab Jepara.

JEPARA — Sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama atau setingkat kepala dinas menempati posisi baru, sementara 20 lainnya mengisi jabatan kepala bidang, kasubag, hingga kepala seksi. Pelantikan dirangkai dengan serah terima jabatan dan materiil pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Jepara.

Siapa Saja yang Menempati Posisi Baru

Hadi Sarwoko dilantik sebagai Direktur RSUD Raden Ajeng Kartini, berpasangan dengan Diyar Susanto yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan. Posisi lain diisi Ali Hidayat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta Edy Marwoto sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Samiadji mengisi kursi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, sementara Sridana Paminto menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. dr. Tri Iriantiwi menempati posisi Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Dua nama lain melengkapi jajaran: Rini Patmini sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Arif Darmawan sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Mengapa Direktur RSUD Digeser ke Staf Ahli

Witiarso menempatkan Direktur RSUD R.A. Kartini ke posisi staf ahli karena Pemkab Jepara kekurangan SDM yang memahami bidang kesehatan. Kebutuhan itu tidak hanya menyangkut jajaran teknis, tetapi juga pejabat yang terlibat pembahasan dan koordinasi kebijakan.

"SDM kesehatan kita kurang, sehingga kami menginginkan jajaran kami, staf ahli maupun asisten itu ada yang memahami tentang kesehatan," ujar Witiarso.

Selama ini, rapat koordinasi di lingkungan pemkab dinilai minim pejabat berlatar belakang kesehatan. Karena itu, pengalaman Direktur RSUD dipakai untuk mendorong peningkatan layanan puskesmas di Jepara.

"Karena selama ini dalam rakor tidak ada yang memiliki basic itu. Makanya Bu Dirut jadi staf ahli untuk membantu bagaimana meningkatkan pelayanan puskesmas yang ada di Jepara," jelasnya.

Penataan Berdasarkan Talenta dan Kebutuhan Wilayah

Bupati menyebut penataan pejabat mempertimbangkan kemampuan dan talenta masing-masing aparatur. Perubahan susunan diharapkan mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

"Ini penataan sesuai dengan kemampuan masing-masing eselon dua, khususnya sesuai dengan talentanya, kelebihannya, sehingga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Witiarso.

Selain sektor kesehatan, perombakan menyasar penguatan kinerja pemerintahan hingga tingkat kecamatan. Pejabat kecamatan ditempatkan lebih dekat dengan wilayah kerjanya agar waktu tempuh tidak terlalu lama.

"Kita dekatkan teman-teman kecamatan. Sehingga meningkatkan kinerjanya dengan waktu tempuh yang tidak terlalu lama," imbuhnya.

Witiarso berharap susunan baru memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jepara.

"Dapat memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Jepara," tandasnya.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks