SEMARANG — Kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah menata ulang Grand Maerokoco dengan konsep wisata edukasi dan budaya. Penataan menyasar peremajaan bangunan serta penambahan fasilitas agar kawasan memiliki aktivitas lebih beragam.
Direktur PRPP Jateng Heri Kristanto menyebut pihaknya tidak mengubah banyak bentuk kawasan yang sudah ada. Perubahan lebih pada penataan dan pembaruan bangunan.
"Kita enggak mengubah banyak, cuma merapikan, dipercantiklah. Bentuknya masih sama cuma kita perbaharui semua," ujar Heri.
35 Anjungan Tetap Berdiri Sesuai Letak Geografis
Identitas yang melekat selama puluhan tahun tetap dijaga. Sebanyak 35 anjungan kabupaten/kota masih ditempatkan berdasarkan letak geografis wilayah Jawa Tengah.
Heri menyebut keberadaan taman mini Jawa Tengah itu sebagai yang pertama di tingkat provinsi.
"Kita ini punya taman mini Jawa Tengah, itu pertama tingkat provinsi, yang lain belum ada," kata Heri.
Fasilitas Baru: Food Court hingga Glamping
Sejumlah fasilitas disiapkan untuk menambah pilihan aktivitas pengunjung. Mulai dari food court, pusat oleh-oleh, area pertunjukan, teater, ruang terbuka, jogging track, hingga area outbound dan glamping.
Kawasan ini juga dirancang dapat dipakai untuk kegiatan kelompok, komunitas, sampai acara pernikahan. Konsep multifungsi itu membuat Grand Maerokoco tidak hanya bergantung pada kunjungan rekreasi harian.
Pertunjukan Seni dan Sejarah Jateng Lewat Audiovisual
Kegiatan seni dan budaya akan menjadi bagian dari aktivitas kawasan. Pertunjukan digelar pada waktu tertentu untuk melengkapi kegiatan wisata, termasuk yang mengangkat kesenian dan budaya Jawa Tengah.
"Ini multifungsi. Jadi bisnis plannya misalkan nanti ada grup tour makan malam di sini ada hiburannya kesenian. Nanti dibikin seperti Prambanan Kisah Ramayana, setiap hari tertentu ada pertunjukan. Kita nanti akan ada panggung terbuka untuk hiburan," ungkap Heri.
Pengunjung juga dapat mengenal sejarah Jawa Tengah melalui teknologi audiovisual. Konsep tersebut diharapkan membuat kunjungan ke Maerokoco tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga memberikan pengalaman edukasi mengenai sejarah dan budaya daerah.
Pusat Oleh-Oleh Terpusat di Dalam Kawasan
Fasilitas pusat oleh-oleh disiapkan di dalam kawasan. Keberadaannya memudahkan pengunjung mendapatkan produk khas dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah tanpa harus keluar dari Maerokoco.
"Ada pusat oleh-oleh. Jadi enggak usah ke mana-mana di sini semua," katanya.
Revitalisasi ini menyasar kawasan yang selama ini menjadi ikon promosi pembangunan Jawa Tengah. Penataan diarahkan agar aktivitas di Grand Maerokoco kembali hidup dengan pilihan kegiatan yang lebih luas bagi warga Semarang dan wisatawan dari luar daerah.