Pencarian

ATSI Lapor Kesiapan Paket Kuota Internet Tak Hangus ke Komdigi 28 September

Senin, 28 September 2026 • 20:34:31 WIB
ATSI Lapor Kesiapan Paket Kuota Internet Tak Hangus ke Komdigi 28 September
ATSI dijadwalkan menyerahkan laporan kesiapan paket kuota internet tak hangus kepada Komdigi pada 28 September 2026.

JAWA TENGAH — Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) dijadwalkan menyerahkan laporan kesiapan paket kuota internet tak hangus kepada Kementerian Komunikasi dan Digital pada 28 September 2026. Laporan ini menjadi bagian dari pembahasan implementasi putusan Mahkamah Konstitusi dan surat edaran Menteri Komunikasi dan Digital soal perlindungan kuota pelanggan. Operator menyiapkan dua opsi paket, yakni rollover dan non-rollover, yang bisa dipilih pengguna sesuai kebutuhan.

Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir menyatakan operator telah beberapa kali berdiskusi dengan Komdigi untuk merumuskan bentuk paket internet yang sesuai ketentuan. Sejumlah opsi sudah disiapkan, tetapi model bisnis dan mekanisme perlindungan pelanggan masih perlu dimatangkan sebelum produk diterapkan.

"Sebetulnya opsinya sudah ada, tapi memang kan harus dihitung lagi di bisnis model seperti apa. Karena yang rollover juga harus dihitung kira-kira seperti apa, apakah bulanan, apakah tiga bulanan atau produk satu semester rollovernya," kata Marwan usai peringatan Hari Bhakti Postel di Bandung, Minggu (27/9/2026).

Dua Opsi Paket yang Disiapkan Operator

Dalam pembahasan bersama Komdigi, operator menyiapkan pilihan paket rollover dan non-rollover. Pelanggan nantinya dapat memilih produk sesuai kebutuhan masing-masing.

Paket rollover memungkinkan sisa kuota dibawa ke periode berikutnya, sedangkan paket non-rollover tetap memperhatikan mekanisme perlindungan bagi pengguna. Marwan belum menyebut tanggal pasti penerapan paket baru ini.

Penyesuaian Sistem Billing hingga CRM

Penyusunan skema baru membutuhkan persiapan teknis yang tidak sederhana. Operator perlu menyesuaikan sistem billing, customer relationship management (CRM), serta berbagai sistem pengelolaan pelanggan lainnya.

Penyesuaian tersebut diperlukan agar mekanisme paket baru berjalan sesuai ketentuan tanpa mengganggu sistem layanan yang telah digunakan.

"Proses ini tidak bisa langsung jadi karena ada sistem billing, ada sistem customer management yang harus disiapkan, ada CRM, BRM, macam-macam harus disiapkan. Persiapannya ini kan butuh waktu," ujar Marwan.

Laporan Perkembangan per Operator

ATSI akan menyampaikan perkembangan persiapan masing-masing operator seluler kepada Komdigi pada 28 September 2026. Laporan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pematangan implementasi aturan perlindungan kuota internet.

Pembahasan bersama Komdigi telah berlangsung beberapa kali dalam sebulan terakhir. Pihaknya berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan karena masyarakat menantikan kepastian mengenai penerapan ketentuan kuota internet tak hangus.

"Mudah-mudahan enggak terlalu lama lagi lah ya untuk menyelesaikan ini karena kami juga concern soal ini, masyarakat menunggu, masyarakat menanti," tuturnya.

Konteks Regulasi Perlindungan Kuota

Laporan ATSI ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi dan surat edaran Menteri Komunikasi dan Digital terkait perlindungan kuota internet pelanggan. Aturan ini menyasar praktik kuota yang hangus di akhir periode berlangganan, yang selama ini dikeluhkan pengguna.

Marwan menegaskan operator ingin proses penyelesaian aturan ini rampung sesegera mungkin agar pelanggan memperoleh kepastian mengenai perlindungan kuota internet yang mereka beli.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks