WONOSOBO — Kegiatan dipusatkan di Sekretariat Desa Wisata Slukatan dan Rumah Kopi Bismo Silandak. Peserta diajak menyusuri rute kawasan desa sambil dibekali sejarah desa dan dikenalkan pada potensi UMKM setempat.
Di Rumah Kopi, peserta mempelajari pascapanen Kopi Java Arabica Silandak dengan metode Natural dan Wine. Praktik menyeduh kopi juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan.
Panen Labu Siam hingga Diskusi dengan Petani di Alas Sampo
Perjalanan berlanjut ke Alas Sampo setinggi 1.343 MDPL. Di lokasi ini, peserta mengikuti lomba memanen labu siam seberat 10 kilogram dalam lima menit menggunakan tumbu, wadah anyaman bambu tradisional.
Peserta juga berdiskusi langsung dengan petani lokal. Diskusi ini menjadi ruang bagi warga untuk menceritakan praktik bertani yang selama ini mereka jalankan.
Golek Tholo dan Filosofi Kedekatan Ibu dan Bayi
Selain pertanian dan kopi, peserta diajak membuat Golek Tholo di Alas Menyere. Boneka dari kain jarik khas Slukatan ini menyimpan filosofi kedekatan emosional ibu dan bayi.
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian kuliner khas Grubi dan kunjungan ke Sumber Mata Air Mudal.
Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
Penggagas Desa Wisata Slukatan, Ahmad Hafid, menjelaskan bahwa kegiatan dirancang berbasis pemberdayaan masyarakat melalui koordinasi dan asesmen bersama petani serta pelaku UMKM.
"Desa Wisata Slukatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kami melibatkan UMKM kopi, sektor pertanian, dan pelaku budaya. Narasumber sarasehan di lapangan pun kami hadirkan langsung dari para pelakunya, seperti pemilik kedai kopi dan petani setempat," ujar Hafid saat ditemui usai kegiatan.
Kesan Peserta dari Purbalingga dan Purworejo
Peserta asal Purbalingga, Ayu Setia Rahma, mengaku terkesan dapat memetik labu siam langsung di kebun warga. Peserta asal Purworejo, Zaidatun Ni'mah Julifiyana, turut mengapresiasi upaya pelestarian budaya tersebut.
"Seru sekali, kita belajar membedakan varian kopi Arabica Natural sampai Wine, lalu belajar membuat boneka Golek Tholo. Keren banget dan kami tunggu acara di tahun berikutnya," tutur Julifiyana.
Direncanakan Jadi Agenda Tahunan
Pihak pengelola berencana menjadikan Fun Walk & Go Local ECO sebagai agenda tahunan. Kegiatan ini akan melengkapi deretan agenda wisata desa lainnya di Slukatan.