Mobil Spesialis Keliling Diterjunkan, Pemprov Jateng Perkuat Penanganan Pengungsi Brebes

Penulis: Rian Murdani  •  Rabu, 18 Februari 2026 | 00:10:03 WIB
Posko Kesehatan Siaga 24 Jam

Brebes – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Selain mendirikan posko kesehatan yang beroperasi 24 jam, Pemprov Jateng juga mengerahkan mobil spesialis keliling untuk memantau kondisi para pengungsi secara intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, mengatakan pelayanan di lokasi pengungsian dilakukan melalui kolaborasi antara tim medis kabupaten dan provinsi. Mobil layanan spesialis diterjunkan dengan dukungan dokter penyakit dalam, dokter anak, psikolog anak, serta tenaga kesehatan lainnya.

Menurut Yunita, langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi munculnya penyakit akibat perubahan lingkungan dan potensi trauma pascabencana. Karena itu, kehadiran dokter spesialis dan posko siaga 24 jam dinilai penting untuk memastikan kesehatan pengungsi tetap terjaga.

Berdasarkan pemeriksaan awal, sejumlah anak di pengungsian mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), batuk, dan pilek yang dipicu suhu dingin serta curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Dokter spesialis anak dari RSUD Moewardi, dr. Irfan Zaki Nugroho, menyebut beberapa anak juga menunjukkan gejala anemia. Selain itu, ditemukan kasus gangguan kesehatan gigi yang memerlukan penanganan sekaligus edukasi mengenai kebersihan gigi dan mulut.

Tidak hanya memberikan layanan pengobatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga memastikan kebutuhan gizi balita terpenuhi. Dapur umum telah menyediakan bubur bayi, biskuit, serta tambahan susu guna menjaga asupan nutrisi anak-anak selama berada di pengungsian.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengimbau warga untuk tetap berada di lokasi pengungsian demi keselamatan. Ia memastikan pemerintah daerah akan memberikan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat, termasuk menyiapkan hunian sementara hingga rumah tetap bagi warga terdampak.

Salah satu pengungsi, Susi Susanti, warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, mengaku terbantu dengan kehadiran tenaga medis. Ia mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayi berusia 10 bulan, yang sempat mengalami pilek dan langsung mendapatkan pemeriksaan dari dokter di lokasi.

Posko kesehatan dari Puskesmas setempat akan terus bersiaga selama 24 jam. Sementara mobil spesialis dari sejumlah rumah sakit provinsi seperti RSUD Moewardi, RSUD Margono, dan RSUD Adyatma dijadwalkan bergantian memberikan pelayanan hingga kondisi pengungsi dinyatakan stabil.

Reporter: Rian Murdani
Back to top