Batik Stilir Jepara Tembus Pasar Taiwan, Berdayakan Ibu Rumah Tangga

Penulis: Redaksi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 14:56:34 WIB

JEPARA — Rumah Kreatif Batik Stilir Jepara yang berlokasi di Desa Geneng, Kecamatan Batealit, sukses membawa produk lokal ke pasar mancanegara. Usaha rumahan ini tidak sekadar mengejar profit, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi bagi para ibu rumah tangga di lingkungan sekitar.

Pemilik Batik Stilir, April Puji Astuti (46), merintis bisnis ini dari teras rumahnya yang sederhana. Kini, karyanya telah dipesan oleh berbagai instansi pemerintah, pembeli luar pulau, hingga menembus pasar Taiwan.

Berawal dari Juara Lomba Internasional di Yogyakarta

April menceritakan bahwa keseriusannya menekuni dunia batik bermula dari sebuah kekecewaan. Pada 2013, ia mengikuti lomba batik di tingkat kabupaten namun gagal meraih juara. Hal itu justru memicu semangatnya untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi.

Ia kemudian mencoba peruntungan di tingkat internasional di Yogyakarta dengan motif yang terinspirasi dari bencana gempa bumi Padang 2009. Tak disangka, karyanya justru menyabet gelar juara dan menjadi modal kepercayaan diri untuk mendirikan Batik Stilir.

"Dari pengalaman lomba itu, akhirnya 2013 saya memberanikan diri mendirikan Batik Stilir. Karena saat itu, karya yang sama itu juga saya ikutkan lomba di Jepara tapi kalah," ujar April saat ditemui di kediamannya, baru-baru ini.

Bagaimana Sistem Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Desa Geneng?

Workshop milik April kini menjadi ruang belajar bagi remaja dan warga sekitar. Ia memberikan fleksibilitas kerja, terutama untuk produksi batik cap yang pengerjaannya bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing agar tidak mengganggu urusan domestik.

Saat ini, terdapat enam orang tetangga yang rutin membantu proses pewarnaan dan pembuatan pola. Langkah ini diambil untuk memberikan peluang tambahan penghasilan bagi perempuan di lingkungannya yang mayoritas berstatus ibu rumah tangga.

"Total ini dibantu enam orang dan untuk yang cap itu dibawa pulang dan yang bantu juga tetangga sekitar," katanya.

Harga Jual Batik Tulis dan Ekspansi ke Produk Ecoprint

Produk Batik Stilir menyasar segmen pasar yang cukup luas. Untuk selembar kain batik cap, April mematok harga antara Rp130 ribu hingga Rp200 ribu. Sementara itu, batik tulis yang memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi dijual dengan harga mulai Rp500 ribu per lembar.

Guna menjaga keberlanjutan bisnis, April terus berinovasi dengan mengembangkan teknik ecoprint. Ia juga berencana merambah ke segmen batik lukis untuk memperkaya variasi produk yang ditawarkan kepada kolektor.

"Selain batik, ada juga ecoprint dan ke depan saya berencana mengembangkan batik lukis," ujarnya.

Harapan Penguatan Identitas Batik Khas Jepara

Meski sudah menjangkau pasar luar negeri, April memiliki misi besar untuk memperkuat kebanggaan warga lokal terhadap batik Jepara. Ia mendorong agar masyarakat setempat lebih mengapresiasi dan mengenakan batik asli daerah sendiri.

"Harapannya masyarakat sekitar semakin tahu batik Jepara dan sadar Jepara juga punya batik. Saya memakainya harus batik Jepara, tidak beli ke toko yang lain," pungkasnya.

Reporter: Redaksi
Back to top