Google Pixel 11 dilaporkan bakal mengusung fitur visual baru bertajuk "Pixel Glow" yang menggantikan sensor suhu pada modul kamera belakang.
Informasi mengenai generasi penerus ponsel flagship Google mulai beredar meski jadwal peluncurannya masih cukup jauh. Tipster MysticLeaks baru-baru ini mengungkap detail spesifikasi seri Pixel 11 yang menunjukkan pergeseran strategi desain dan hardware secara signifikan. Salah satu poin paling menonjol adalah kehadiran "Pixel Glow", sebuah susunan lampu LED RGB yang ditempatkan pada camera bar.
Google tampaknya akan meninggalkan sensor suhu yang sempat diperkenalkan pada seri sebelumnya. Sebagai gantinya, Pixel 11, 11 Pro, dan 11 Pro XL akan dilengkapi dengan Pixel Glow yang memiliki konsep serupa dengan Glyph Interface milik Nothing Phone. Fitur ini menggunakan susunan titik LED (dot matrix) yang tertanam di area kamera untuk memberikan notifikasi visual kepada pengguna.
Langkah ini menandai upaya Google untuk memberikan identitas estetika yang lebih modern dan interaktif. Meski fungsionalitas pastinya belum terungkap sepenuhnya, implementasi LED RGB ini diprediksi akan terintegrasi dengan asisten virtual dan sistem notifikasi Android. Perubahan ini sekaligus menjawab kritik atas sensor suhu yang dianggap kurang praktis bagi sebagian besar pengguna harian.
Dari sisi hardware, Google dilaporkan akan meningkatkan standar memori pada jajaran produknya. Pixel 11 Pro XL diprediksi hadir dengan layar OLED 6,8 inci, baterai 5.000mAh, serta opsi RAM hingga 16GB. Sementara itu, varian Pro standar akan mengusung layar 6,3 inci dengan baterai 4.707mAh dan pilihan RAM yang serupa dengan versi XL.
Model standar Pixel 11 juga akan mendapatkan penyegaran pada sensor kamera utama 50MP. Sensor yang sama kabarnya akan disematkan pada perangkat lipat Pixel 11 Pro Fold. Peningkatan kapasitas RAM ini kemungkinan besar dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pemrosesan AI (Artificial Intelligence) yang semakin berat di masa depan.
Dapur pacu seri ini akan mengandalkan Tensor G6 dengan struktur core 1+4+2. Bocoran menyebutkan penggunaan satu core ARM C1-Ultra berkecepatan 4,11GHz sebagai otak utama. Namun, ada satu poin yang cukup kontroversial dalam bocoran ini, yaitu pemilihan unit pengolah grafis (GPU) PowerVR C-Series CXTP-48-1536.
Keputusan menggunakan GPU PowerVR tersebut tergolong mengejutkan karena arsitekturnya sudah berusia sekitar lima tahun. Jika informasi ini akurat, Google mungkin lebih memprioritaskan efisiensi daya atau optimasi AI khusus ketimbang mengejar performa gaming mentah. Di sisi lain, proyek "Project Toscana" yang direncanakan membawa pemutakhiran IR Face Unlock dikabarkan batal hadir pada seri ini.
Perubahan krusial lainnya terjadi pada sektor konektivitas melalui transisi dari modem Samsung ke MediaTek M90. Modem ini menjanjikan kecepatan unduh hingga 12 Gbps dan dukungan dual-active 5G. Penggunaan modem MediaTek diharapkan dapat memperbaiki masalah stabilitas sinyal yang sering dikeluhkan pengguna Pixel pada generasi sebelumnya.
Selain kecepatan, modem M90 juga membawa dukungan konektivitas satelit secara bawaan. Hal ini menempatkan Pixel 11 sejajar dengan kompetitor global dalam menyediakan fitur komunikasi darurat di area tanpa seluler. Strategi ini menunjukkan Google mulai mendiversifikasi rantai pasok komponen mereka untuk mendapatkan performa jaringan yang lebih konsisten.