SOLO — Pemkot Solo mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah yang akan digelar pada 9-10 Mei 2026 mendatang. Penunjukan ini menjadi momentum bagi pemerintah setempat untuk memamerkan potensi pariwisata berbasis komunitas kepada perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Dalam forum tersebut, pemerintah kota berencana menampilkan berbagai program inovatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Fokus utama kegiatan terletak pada penggabungan nilai tradisi dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Salah satu agenda unggulan yang disiapkan adalah Solo Night Experience yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman otentik bagi para tamu. Program ini akan menonjolkan suasana malam kota dengan sentuhan budaya kental yang selama ini menjadi identitas kuat wilayah tersebut.
Selain itu, kirab budaya juga akan digelar sebagai bagian dari rangkaian acara resmi selama dua hari penyelenggaraan. Kirab ini diharapkan mampu merepresentasikan kekayaan tradisi lokal sekaligus menjadi sarana edukasi bagi seluruh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang hadir.
Pihak Pemkot Solo menilai bahwa kekuatan visual dan narasi sejarah dalam kirab budaya merupakan instrumen penting dalam promosi daerah. Melalui skema ini, para peserta forum dapat melihat langsung bagaimana manajemen acara budaya dikelola secara profesional di tingkat kota.
Pihak Pemkot Solo juga menekankan pentingnya peran pelaku usaha kecil dalam mendukung ekosistem pariwisata daerah. Melalui forum ini, produk-produk UMKM lokal akan mendapatkan ruang khusus untuk dipromosikan kepada para peserta dan wisatawan yang berkunjung.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap kegiatan pariwisata skala besar memberikan dampak nyata pada kesejahteraan warga sekitar. Pemberdayaan UMKM dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan pariwisata berbasis komunitas yang inklusif.
Forum Komunikasi Pokdarwis Jawa Tengah sendiri merupakan wadah bagi para penggiat wisata untuk saling bertukar gagasan mengenai strategi pengembangan destinasi di wilayah masing-masing. Dengan menjadi tuan rumah, Solo berupaya memberikan standar baru dalam penyelenggaraan acara pariwisata yang berakar pada kearifan lokal.