KARANGANYAR — Gerakan penghijauan di kawasan sungai menjadi prioritas untuk menjaga ekosistem lingkungan di Kabupaten Karanganyar. Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto memimpin langsung penanaman bibit pohon jenis Beringin, Preh, dan Bulu di sepanjang tepian Kali Klegung, Desa Karangpandan.
Pemilihan jenis pohon tersebut bukan tanpa alasan. Ketiganya dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan cadangan air tanah. Penanaman dilakukan di pinggir sungai agar pohon-pohon tersebut tetap mendapatkan asupan air yang cukup untuk tumbuh besar, bahkan saat memasuki musim kemarau panjang.
Sumanto menjelaskan bahwa gerakan Jogo Kali Merawat Bumi sengaja difokuskan pada daerah aliran sungai. Selain untuk menjaga ketersediaan air di masa depan, akar pohon yang kuat diharapkan mampu mengikat tanah di bantaran sungai guna mencegah terjadinya erosi atau pengikisan lahan.
"Ini kita tanam bibit Pohon Beringin, Preh, dan Bulu yang bisa menyimpan air. Sengaja kami tanam di pinggir sungai agar bisa tumbuh besar meskipun pada musim kemarau," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar ini juga menyoroti kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan. Kerusakan alam dan minimnya sumber air saat kemarau menjadi tantangan serius yang harus segera diantisipasi melalui langkah nyata di lapangan.
Selain penghijauan, kegiatan ini juga diisi dengan penebaran bibit ikan air tawar di aliran Kali Klegung. Sumanto mengakui bahwa aksi ini mungkin belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan lingkungan secara instan, namun langkah kecil ini sangat krusial untuk keberlanjutan ekosistem lokal.
"Harapannya dapat memberikan manfaat dalam 5 sampai 10 tahun ke depan. Untuk kelestarian sumber air," lanjutnya.
Ia menekankan pentingnya keikhlasan masyarakat dalam merawat alam. Menurutnya, hasil dari penanaman pohon hari ini mungkin tidak akan dirasakan langsung oleh generasi sekarang, melainkan menjadi warisan berharga bagi anak cucu nantinya.
"Ini nanti yang mendapat manfaat anak cucu kita, jadi kita harus ikhlas meski saat ini tidak bisa memetik hasilnya secara langsung," pungkas Sumanto.
Gerakan ini melibatkan sinergi antara tokoh masyarakat, Relawan Jogo Kali, serta para petani di Desa Karangpandan. Keterlibatan warga lokal diharapkan dapat memastikan bibit yang ditanam dan benih ikan yang ditebar tetap terjaga pertumbuhannya hingga tahun-tahun mendatang.