SEMARANG — Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah menjamin stok dan harga Minyakita di pasar tradisional tetap terkendali. Kepastian ini merujuk pada hasil pantauan langsung tim Bulog terhadap rantai distribusi hingga ke tingkat pengecer.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, memantau langsung efektivitas penyaluran stok di Pasar Karangayu, Semarang, Minggu (10/5/2026). Langkah ini merupakan bagian dari gerakan serentak untuk memastikan minyak goreng subsidi selalu tersedia bagi masyarakat.
Data Dinas Perdagangan menunjukkan harga jual Minyakita di pasar-pasar Jawa Tengah saat ini stabil pada angka Rp 15.650 hingga Rp 15.680 per liter. Nominal tersebut membuktikan harga di lapangan masih berada di bawah batas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter.
“Rata-rata harga Minyakita di Jawa Tengah masih cukup aman dan sesuai dengan ketetapan pemerintah,” ujar Sri Muniati di sela peninjauan operasi pasar.
Bulog rutin memasok pedagang sembako di pasar rakyat untuk menjaga tren positif ini. Setiap pedagang mitra menerima jatah sekitar dua dus Minyakita untuk dijual kembali secara eceran langsung kepada konsumen rumah tangga.
Sepanjang 2026, realisasi penyaluran Minyakita di Jawa Tengah telah menyentuh angka hampir 6 juta liter. Wilayah Tegal mencatatkan distribusi terbesar mencapai hampir 2 juta liter untuk memenuhi tingginya kebutuhan penduduk di kawasan tersebut.
Sri Muniati merinci bahwa jaringan distribusi Minyakita kini menjangkau 75 pasar rakyat. Sebanyak 28 titik merupakan pasar pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), sementara 47 titik lainnya adalah pasar rakyat non-SP2KP.
“Total ada 75 pasar mitra kami dengan dukungan hampir 600 pedagang,” jelas Sri. Rinciannya mencakup 323 pengecer di pasar SP2KP dan sekitar 270 pedagang di pasar nonpemantauan.
Bulog juga memperluas distribusi hingga ke kawasan pemukiman melalui berbagai saluran resmi. Strategi ini bertujuan mempermudah akses masyarakat agar tidak perlu menempuh jarak jauh demi mendapatkan minyak goreng murah.
Sri Muniati menegaskan para pedagang wajib mematuhi aturan harga dan dilarang melayani pembelian borongan atau karton. Penjualan harus menyasar konsumen akhir secara eceran agar distribusi merata dan tepat sasaran.
“Kami tidak segan memberikan peringatan hingga mencabut kerja sama bagi pedagang yang melanggar aturan,” tegas Sri. Ia pun mengimbau warga agar tidak panic buying karena stok di gudang Bulog dipastikan mencukupi kebutuhan harian.