SEMARANG — Suasana haru menyelimuti sejumlah studio bioskop di Kota Semarang saat agenda "Nonton Duluan" film terbaru produksi Rapi Films, Screenplay Films, dan Vortera Studios. Banyak penonton keluar dari ruangan dengan mata berkaca-kaca setelah mengikuti alur cerita yang menyentuh sisi kemanusiaan dan ikatan keluarga tersebut.
Rizky, salah satu warga Semarang yang ikut menonton, mengaku sangat tersentuh dengan narasi yang disajikan. Menurutnya, konflik yang diangkat terasa sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki orang tua lanjut usia.
“Filmnya relate banget sama kehidupan sehari-hari. Banyak adegan yang bikin saya teringat sama keluarga di rumah. Saya sampai beberapa kali nangis karena ceritanya terasa dekat dan nyata,” ujar Rizky usai menyaksikan penayangan spesial tersebut, Sabtu (9/5/2026).
Kekuatan akting Lulu Tobing yang berperan sebagai Yuke, seorang ibu yang mulai kehilangan ingatan akibat Alzheimer, menjadi motor penggerak emosi penonton. Ia beradu peran dengan Yasmin Napper yang memerankan karakter Kesha, mahasiswi film sekaligus putri Yuke yang harus menghadapi kenyataan pahit tersebut.
Penonton lain di Semarang menyebutkan bahwa pesan dalam film ini sangat dalam, terutama mengenai pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang terdekat. Kesadaran akan berharganya memori keluarga menjadi poin utama yang dibawa pulang oleh para pengunjung bioskop di ibu kota Jawa Tengah ini.
“Selesai nonton rasanya langsung ingin pulang dan peluk orang tua. Film ini bikin saya sadar kalau kenangan keluarga itu sangat berharga,” ungkap salah seorang penonton saat ditemui di area bioskop.
Film yang ditulis oleh skenario Alim Sudio ini mengangkat tema tentang caregiving. Cerita berfokus pada dinamika hubungan antara Kesha dan ibunya, Yuke. Sebagai anak, Kesha harus berjuang menjaga memori sang ibu yang perlahan terkikis oleh penyakit Alzheimer.
Sutradara Kuntz Agus berhasil mengemas isu kesehatan mental dan beban psikologis perawat keluarga (caregiver) dalam balutan drama yang hangat. Film ini tidak hanya menonjolkan sisi kesedihan, tetapi juga memberikan pesan tentang arti kebersamaan dan keteguhan hati dalam merawat orang tercinta.
Semarang merupakan satu dari 40 kota di Indonesia yang mendapatkan kesempatan menggelar agenda "Nonton Duluan". Program ini dirancang untuk mengakomodasi antusiasme tinggi masyarakat yang sudah memantau promosi film ini melalui media sosial sejak trailer resminya dirilis.
Masyarakat yang belum sempat mengikuti agenda penayangan spesial masih bisa menyaksikan film ini secara reguler. Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai Rabu, 13 Mei 2026 mendatang.
Tiket untuk penayangan reguler maupun sisa agenda spesial dapat dipesan melalui kanal resmi seperti aplikasi M-TIX, TIX ID, serta layanan pemesanan tiket CGV dan Cinepolis. Pihak penyelenggara mencatat antusiasme warga Semarang tetap stabil sejak siang hari di berbagai pusat perbelanjaan yang memiliki fasilitas bioskop.