KARANGANYAR — National Paralympic Committee (NPC) Indonesia memberikan apresiasi terhadap dimulainya program BERDAYA, sebuah pelatihan untuk mencetak penggerak pembinaan atlet disabilitas. Program yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini digelar di Karanganyar, Jawa Tengah.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari 29 provinsi di Indonesia. Mereka akan dibekali kompetensi sebagai penggerak di daerah masing-masing, mulai dari teknik pembinaan hingga manajemen atlet.
“Program ini menjadi harapan baru bagi atlet disabilitas Indonesia. Kami sangat mengapresiasi langkah Kemenpora yang serius membangun ekosistem olahraga disabilitas dari bawah,” ujar perwakilan NPC Indonesia dalam keterangannya.
Selama ini, pembinaan atlet disabilitas kerap terkendala minimnya tenaga pelatih dan penggerak yang memahami kebutuhan spesifik mereka. BERDAYA hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan menyediakan sumber daya manusia yang terlatih.
Peserta yang merupakan kader NPC dari berbagai daerah akan kembali ke wilayahnya masing-masing setelah pelatihan. Mereka diharapkan langsung membentuk kelompok latihan dan menjaring bibit atlet baru.
Pemilihan Karanganyar sebagai lokasi awal program bukan tanpa alasan. Daerah ini dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan olahraga, termasuk bagi penyandang disabilitas. Ke depan, model pelatihan serupa akan direplikasi di provinsi lain.
Kemenpora menargetkan program BERDAYA mampu mempercepat lahirnya atlet disabilitas berprestasi yang siap bersaing di level nasional maupun internasional. Langkah ini sejalan dengan persiapan menuju ajang multievent seperti ASEAN Para Games dan Paralimpiade.